Bea Cukai Sita 58,7 Juta Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Rp 27 M

431
ROKOK ILEGAL : Petugas Direktorat Jendertal Bea dan Cukai Jawa Tengah dan DIJ memeriksa kendaraan berisi rokok ilegal untuk ditindak sesuai peraturan yang berlaku.(ISTIMEWA)
ROKOK ILEGAL : Petugas Direktorat Jendertal Bea dan Cukai Jawa Tengah dan DIJ memeriksa kendaraan berisi rokok ilegal untuk ditindak sesuai peraturan yang berlaku.(ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Kanwil Direktorat Jendertal Bea dan Cukai Jawa Tengah dan DIJ kembali menggagalkan upaya peredaran rokok ilegal. Sedikitnya ada 2,6 juta batang rokok ilegal disita dalam penindakan selama dua hari (21-22/11).

Kepala Kantor Wilayah DJBC Jateng-DIJ, Padmoyo Tri Wikanto menyebutkan bahwa rokok ilegal hasil penindakan tersebut diperkirakan bernilai Rp 1,8 miliar. Sementara potensi kerugian negara yang ditimbulkan adalah sebesar Rp 1,2 miliar.

Ditambah hasil penindakan ini, total rokok ilegal yang diamankan dari Januari hingga November tahun ini adalah sebanyak 58,7 juta batang. ”Total secara keseluruhan nilai barang sekitar Rp 41.564.303.405 dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 27.617.949.873,” bebernya.

Kakanwil DJBC Jateng-DIJ menegaskan, pemberantasan rokok ilegal akan terus dilakukan. Khusus di Jawa Tengah, pihaknya meminta pemberantasan dilakukan lebih masif. Terutama dengan memberikan efek jera kepada para pelaku.

”Dalam hal ini, kami butuh dukungan dari seluruh pihak. Baik Pemda, Aparat Penegak Hukum, Instansi lain dan masyarakat. Operasi Gempur Rokok Ilegal ini memang dilaksanakan di seluruh Indonesia,” tegas kakanwil yang belum lama dilantik ini.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Gatot Sugeng Wibowo menambahkan, penindakan ini lagi-lagi bermula dari adanya informasi masyarakat yang menyebut ada kendaraan dari Jepara diduga membawa rokok ilegal. Tujuan kendaraan ini adalah Pulau Sumatera, namun dengan waktu yang tidak jelas. ”Informasi Intelijen internal juga bersesuaian. Hal-hal tersebut kami analisis dan kembangkan,” bebernya.

Dari hasil pengembangan informasi, pergerakan kendaraan terus dipantau hingga berhasil ditindak. Penindakan pertama dilakukan di pintu masuk tol Muktiharjo, Semarang. Hasil penindakan ini berupa 784.000 batang rokok jenis SKM dengan dua merk yakni MAXX ONE dan L.4 BOLD. ”Modusnya dilekati jempel atau kertas biasa (fotokopi) yang diperlakukan seolah-olah sebagai pita cukai,” jelasnya.

Dari hasil pengembangan penindakan pertama, berhasil dilakukan penindakan kedua di Jalan Tol Tanjung Emas-Gayamsari, Semarang. Hasil penindakan berupa 1.840.000 batang rokok jenis SKM Merk LUFFMAN CLASSICS MILD BOLD. ”Modusnya rokok polos atau tanpa dilekati pita cukai. Penindakan kedua sempat terjadi kejar-kejaran hingga masuk jalan tol,” ujarnya. (sga/ida)