Beranda Semarang Raya Semarang Pembangunan RSUD Mijen Meleset, Sekretaris Komisi D: Jujur Kami Kecewa

Pembangunan RSUD Mijen Meleset, Sekretaris Komisi D: Jujur Kami Kecewa

0
Pembangunan RSUD Mijen Meleset, Sekretaris Komisi D: Jujur Kami Kecewa
TAK SESUAI TARGET: Komisi D DPRD Kota Semarang saat meninjau lokasi pembangunan RSUD Mijen kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mijen meleset dari target. Hal itu diketahui saat Komisi D DPRD Kota Semarang melakukan tinjauan Kamis (21/11).

Pembangunan RSUD tipe D tersebut seharusnya selesai 15 Desember 2019. Namun, sampai saat ini progres pembangunan baru 20 persen. Tentunya hal itu mengundang kekecewaan kalangan DPRD Kota Semarang.

“Jujur kami kecewa. Karena ini baru 20 persen. Apalagi ini kan hubungannya dengan pelayanan masyarakat,” ujar Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang Anang Budi Utomo.
Adapun RSUD Mijen ini dibangun oleh kontraktor PT Daya Bangun Mandiri dengan nilai pagu Rp 10.412.444.000. RSUD ini memanfaatkan lahan Puskesmas Mijen. Rencananya akan diperluas dan diperbesar dengan bangunan empat lantai. Sementara, saat ini pembangunan baru terlihat dua lantai. “Secara teknis pembangunan RSUD memang bukan dikerjakan oleh mitra kerja komisi D,” ujarnya.

Hanya saja pihaknya ingin mengetahui progres pembangunannya untuk mempersiapkan anggaran pengadaan alat kesehatan di anggaran perubahan 2020. Kekecewaan Komisi D yang meninjau lokasi, pasalnya proses pengerjaan sudah dimulai sejak 15 Juli 2019 lalu.
Waktu pengerjaan selama 150 hari itu nyatanya tidak dimanfaatkan dengan baik oleh pihak pelaksana. Sehingga, sampai sekarang proses pembangunan berjalan sangat lamban. Jika melihat dari waktu yang sudah diberikan, sekarang progresnya seharusnya sudah mencapai 80 persen. “Dengan kondisi seperti ini terus terang kami agak lemes. Kami kecewa,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi D Rahmulyo Adi Wibowo. Pihaknya berharap pemkot dan kontraktor pelaksana bisa selesaikan pembangunan 100 persen sesuai target yakni 15 Desember. Apalagi dalam hal ini Komisi D sudah menganggarkan untuk pengadaan alat kesehatan di rumah sakit tersebut.

“Eman-eman karena kami sudah anggarkan alat kesehatan sebagian di 2019 kemarin dan 2020 mendatang,” tegasnya.

Dalam hal ini, lanjutnya, masyarakat sangat dirugikan. Dimana masyarakat seharusnya sudah bisa mendapatkan pelayanan lebih bagus, dekat, dan terjangkau mulai 2020.
Kemudian karena pelaksana leda-lede akhirnya bisa saja tertunda hingga 2021 mendatang. Informasi dilapangan karena proses pembangunan yang tidak sesuai tersebut pihak kontraktor juga tengah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Lilik Farida mengatakan, pengadaan alat kesehatan untuk RSUD Mijen memang sudah dianggarkan sebesar Rp 1,3 miliar pada 2019 dan Rp 2,1 miliar di 2020.“Itu untuk alat kesehatan yang dasar yakni untuk poli,” kata Lilik.

Selama proses pembangunan RSUD Mijen itu, pelayanan kesehatan di Puskesmas Mijen dialihkan ke aula Kelurahan Tambangan. “Kami sekat-sekat untuk pemeriksaan. Memang tidak sesuai Permenkes, tapi masyarakat harus dilayani,” ujarnya. (ewb/zal)