Beranda Semarang Raya Semarang Elpiji di Dalam Kapal Meledak, Saksi: Suaranya Mirip Bom

Elpiji di Dalam Kapal Meledak, Saksi: Suaranya Mirip Bom

0
Elpiji di Dalam Kapal Meledak, Saksi: Suaranya Mirip Bom
KAPAL TERBAKAR: Petugas pemadam kebakaran saat menjinakkan api yang membakar kapal ekspedisi Cahaya Mandiri yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Kamis (21/11) (Inzet) Petugas pelabuhan dan TNI menyelamatkan muatan kapal. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Kapal ekspedisi Cahaya Mandiri yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang hangus terbakar, Kamis (21/11) sekitar pukul 13.15 kemarin. Diduga kebakaran akibat ledakan gas elpji di bagian dapur kapal. Akibat kejadian ini, tiga orang mengalami luka bakar serius dan dilarikan ke Rumah Sakit Panti Wilasa Dr Cipto Semarang. Selain itu, kobaran api juga menyambar kapal milik Basarnas dan lima sepeda motor.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, tiga orang yang mengalami luka adalah Joko, Aseng dan Burham. Mereka mengalami luka bakar di bagian kepala, dan dilarikan ke Rumah Sakit Panti Wilasa Dr Cipto Semarang.

Peristiwa kebakaran itu bermula saat sejumlah pekerja sedang beraktivitas memindahkan sembako termasuk gas elpiji dari darat ke dalam kapal. Tiba-tiba saja terdengar suara ledakan di dalam kapal. “Saya kaget, suaranya seperti bom,” kata saksi Qadim saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di lokasi, Kamis (21/11).

Setelah terjadi ledakan, disusul asap pekat dan kobaran api keluar dari dalam kapal. Seketika, para pekerja di dalam kapal lari menyelamatkan diri. Bahkan ada seorang Anak Buah Kapal (ABK) yang nekat melompat ke laut.

“Ada lima orang di kapal, mereka langsung lari. Ada satu yang loncat ke laut. Kalau lainnya langsung lari ke darat,” ujarnya.

Informasi lain menyebutkan, sebelum terbakar, kapal tersebut bersandar di bagian sisi timur menghadap ke selatan, dekat Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Tanjung Emas Semarang. Namun api yang tadinya kecil langsung membesar dan memutuskan tali pengikat kapal dengan bangunan tembok di bibir perairan atau bolder.

“Awalnya berdekatan dengan kapal milik Basarnas. Karena cuaca yang panas dan angin kencang, api semakin membesar dan membakar tali pengikat kemudian kapal itu bergeser,” jelas salah satu petugas ekspedisi yang enggan disebutkan namanya.

Kobaran api sempat menyambar kapal milik Basarnas nomor lambung SAR-231 yang bersandar di sisi barat, berdekatan dengan kapal nahas tersebut. Beruntung kapal Basarnas itu selamat lantaran tali pengikat kapal yang terbakar putus hingga menjauh kurang lebih 50 meter dari lokasi awal. Posisinya serong, hampir menutup perairan tersebut.

“Bagian depan samping kiri kapal Basarnas sempat gosong terkena sambaran api. Sedangkan kapal-kapal yang berdekatan langsung digeser menjauh semua. Kemungkinan yang meledak itu gas elpiji,” bebernya.

Petugas Dinas Kebakaran (Damkar) Kota Semarang yang mendapat laporan langsung mengerahkan enam mobil damkar. Saat proses pemadaman, masih terdengar suara ledakan gas elpiji. Kobaran api baru berhasil dijinakkan oleh tim damkar setelah berjibaku kurang lebih selama dua jam. Petugas damkar sempat dibantu kapal laut milik Pelindo.

“Kami mengerahkan enam mobil damkar. Hingga sore ini (kemarin, Red) anggota masih melakukan penyemprotan untuk pendinginan, supaya tidak ada api yang menyala lagi,” kata Kabid Operasional Dinas Pemadaman Kota Semarang Trijoto di lokasi kejadian.

Pantauan koran ini, kapal kayu sepanjang kurang lebih 50 meter dengan lebar sekitar 10 meter tersebut ludes terbakar. Bodi kapal bagian atas tinggal kerangka. Barang-barang juga berserakan, termasuk tabung elpiji 12 kg. Kebakaran juga menyambar lima unit sepeda motor yang diparkir tak jauh dari lokasi kapal bersandar. Yakni, Yamaha Vega nopol H 3060 FY, Honda Vario merah nopol H 5597 TQ, Honda Vario hitam nopol AA 6621 IB,Yamaha Ektreme merah nopol H 4513 ALW dan Yamaha Xeon nopol H 5005 YF. Motor tersebut milik peserta yang menghadiri kegiatan KSOP Kelas I Tanjung Emas Semarang.

Satpam Kantor KSOP Kelas I Tanjung Emas Semarang Agung Pratomo menjelaskan, lima motor yang terbakar tersebut awalnya berada di jalan depan bagian samping kantor KSOP Kelas I Tanjung Emas. Sedangkan motor lainnya berhasil diselamatkan, menjauh dari kobaran api. Bahkan, api yang membumbung tinggi sempat membakar jaringan kabel listrik depan Kantor KSOP.

Lima motor tersebut terbakar di bagian jok dan bodi samping kanan dan kiri. Belum diketahui pemilik motor tersebut. Kelima unit motor tersebut masih berada di parkiran Kantor KSOP Kelas I Tanjung Emas Semarang.

Kapolsek KP3 Pelabuhan Tanjung Emas Semarang AKP Samsu Wirman mengatakan, saat kejadian, ia tengah berada di lokasi untuk menghadiri acara di kantor KSOP yang berdekatan dengan Mapolsek KP3. “Tadi pas ada acara di KSOP, tiba-tiba ada suara ledakan. Kami bergegas keluar,” katanya.

Informasi dari saksi, kata dia, percikan api kali pertama berasal dari bagian dapur kapal. Percikan api itu mengenai tabung elpiji hingga menimbulkan ledakan dan kobaran api.

Samsu menyebutkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun tiga orang mengalami luka,dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Dr Cipto, Semarang. Sedangkan beberapa orang lainnya tidak mengalami luka.

Ditanya penyebab kebakaran, Samsu belum berani berandai-andai. Pihaknya masih menunggu hasil olah TKP tim Inafis Polrestabes Semarang. (mha/aro)