Kelurahan Terboyo Wetan Andalkan Kampung Rajut dan Usaha Rumahan

142
ANTUSIAS : Lurah Terboyo Wetan Wahyuti meninjau usaha pembuatan tempe-tahu di wilayah RW 1. (Ilham Bintang/Jawa Pos Radar Semarang)
ANTUSIAS : Lurah Terboyo Wetan Wahyuti meninjau usaha pembuatan tempe-tahu di wilayah RW 1. (Ilham Bintang/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Kelurahan Terboyo Wetan Kecamatan Genuk memilih mendaftar Kampung Kreatif dan Inovatif dengan mengandalkan usaha milik warga. Beberapa usaha seperti Kampung Rajut, pengrajin tas dan tahu tempe, mampu menjadi keunggulan di RW 1.

“Di sini memang warganya ada yang memiliki usaha dan enaknya semua itu mau diajak kerjasama” ungkap Lurah Terboyo Wetan Wahyuti.

Ia mengaku tidak ada persiapan khusus terkait Lomba Kampung Hebat 2019-2020. Karena semua sudah menjadi kegiatan sehari-hari warga. “Usaha rajut dan UMKM warga itu kan setiap hari ada, jadi sewaktu-waktu kita siap,” tuturnya.

Usaha rajut selama ini dijalankan ibu-ibu PKK Terboyo Wetan. Ketua TP PKK Kelurahan Terboyo Wetan Golek Sejati mengaku, usaha ini sanggup memberi penghasilan tambahan bagi ibu rumah tangga. Usaha tersebut juga membuat wilayah yang terletak di RW 1 tersebut dijadikan Kampung Tematik “Ini biasanya hasilnya kami jual di pameran-pameran UMKM seperti itu, hasilnya nanti bisa dibagi ke warga,” tuturnya.

Selain Kampung Rajut, Terboyo Wetan juga memiliki UMKM pembuatan tahu dan tempe yang sudah berjalan selama 10 tahun. “Dalam lomba ini semoga UMKM ini menjadi sebuah nilai tambah yang baik bagi Terboyo Wetan,” ungkap Kusmini pemilik usaha tahu-tempe. Ia mengaku mampu memproduksi 25 kg tahu dan 25 kg tempe setiap harinya.

Inovasi warga Kampung Terboyo Wetan ini juga terlihat dari adanya usaha yang memanfaatkan limbah plastik yang diolah menjadi tas belanja. Kaharto, pemilik usaha menjelaskan, pemanfaat limbah plastik ini dapat membantu mengatasi pencemaran lingkungan. “Nilai tambah lainnya kalau di sini ya pengolahan limbah plastik ini, dan skalanya sudah cukup besar. Setiap hari pasti berproduksi terus,” jelasnya.

Menurut Wahyuti, Lomba Kampung Hebat mampu memajukan dan mendorong setiap kampung untuk mengembangkan potensi. Selain itu juga bisa memnunjukkan hubungan baik anatar petugas kelurahan dengan warganya. “Kalau kita bekerja dengan baik dalam melayani warga, maka warga juga akan mudah diajak aktif dan pasti mau membantu,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua RW 1 Heri Isdiyono yang mengaku komunikasi dan kerjasama dengan warga berlangsung baik, “Warga sendiri antusias dengan adanya kegiatan seperti ini, mereka sangat mendukung,” tambahnya. (mg7/ton)