Beranda Semarang Raya Semarang Astaga! Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor Capai Rp 362,28 M

Astaga! Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor Capai Rp 362,28 M

0
Astaga! Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor Capai Rp 362,28 M
Tavip Supriyanto. (Sigit Andrianto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Hingga Oktober 2019, Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Tengah merealisasikan Rp 3,809 triliun pendapatan dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Terhitung, capaian ini sudah 84,64 persen dari target pendapatan dari PKB yakni sebesar Rp 4,5 triliun.

Hanya saja, dikatakan Kepala Bapenda Jawa Tengah Tavip Supriyanto, sepanjang Januari-Oktober ini, masih ada tunggakan PKB sebesar Rp 362,28 miliar. Pihaknya terus mengejar wajib pajak untuk segera menunaikan kewajibannya.

Sebagai upaya, pihaknya telah membantu mempermudah masyarakat untuk membayar pajak. Di antaranya melalui aplikasi Sakpole yang bekerjasama dengan sejumlah bank dan toko ritel seperti Bank Jateng, Bank BNI, Bank Mandiri, PT Pos, BPR/BKK Purwodadi, Indomart, Alfamart, Tokopedia dan lainnya.

”Selain itu, kami juga memperbanyak titik layanan pembayaran pajak. Ada 212 titik layanan yang tersebar di seluruh Jawa Tengah. Ada 37 Samsat induk, 10 Samsat pembantu, 60 Samsat keliling, 19 Samsat gerai, 7 Samsat drive thru, 21 Samsat paten dan 56 Samsat siaga,” terangnya.

Tidak hanya itu, untuk memburu tunggakan, pihaknya juga melakukan upaya jemput bola dari pintu ke pintu rumah. Serta layanan call center untuk menghubungi wajib pajak. ”Wajib pajak akan ditelepon untuk mengingatkan kewajiban yang harus dibayarkan. Ini efektif sekali,” ujarnya dengan menambahkan bahwa pihaknya juga melakukan razia gabungan.
Terakhir pihaknya memberikan penghargaan kepada wajib pajak yang patuh melalui Gebyar Hadiah Samsat. Rencananya, kegiatan itu akan dilaksanakan pada Sabtu-Senin, tanggal 23-25 November 2019 di Kantor Bapenda Jateng dan di Paragon Mall. Dalam kegiatan ini akan diundi sejumlah hadiah, di antaranya 47 unit sepeda motor, dan grand prize dua unit mobil.

”Harapannya, dengan Gebyar Hadiah Samsat, kesadaran masyarakat untuk tertib membayar pajak akan tumbuh,” bebernya.

Lebih lanjut, ia katakan, realisasi pendapatan dari sektor Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar Rp 2,8 triliun dari target sebesar Rp 3,44 triliun. Tavip optimistis hingga akhir tahun ini, target pendapatan dari sektor pajak sebesar Rp 11,99 triliun dapat tercapai.

Selain dari PKB dan BBNKB, pendapatan dari sektor pajak terdiri atas Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dengan target Rp 1,911 triliun, Pajak Air Permukaan (PAP) sebesar Rp 13,276 miliar dan Pajak Rokok Rp 2 triliun. ”Hampir semuanya sudah mencapai 83,02 persen capaiannya,” ujarnya menyampaikan.

Sementara itu dari retribusi daerah, untuk jasa umum dari target sebesar Rp 31,459 miliar sudah terealisasi Rp 56,18 miliar. Kemudian retribusi hasil pegelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, termasuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) adalah Rp 512,701 miliar yang sudah tercapai 100 persen. ”Retribusi masih rendah karena untuk pajak rokok kita mendapat transfer dari pusat di akhir triwulan,” ujarnya menjelaskan. (sga/ida)