Sampah Sumbat Rumah Pompa

136
PENGENDALI BANJIR: Setiap hari, petugas DPU Kota Semarang rutin membersihkan sampah di aliran Kali Semarang agar tidak menyumbat lubang pembuangan saluran rumah pompa. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGENDALI BANJIR: Setiap hari, petugas DPU Kota Semarang rutin membersihkan sampah di aliran Kali Semarang agar tidak menyumbat lubang pembuangan saluran rumah pompa. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Menghadapi musim penghujan, Pemkot Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang melakukan pengecekan kondisi setiap rumah pompa. Dari 46 rumah pompa yang dimiliki, kemarin ada empat rumah pompa besar yang dicek kesiapannya. Yakni, rumah pompa Kali Semarang yang memiliki kapasitas 35 ribu liter perdetik, rumah pompa Kali Banger yang memiliki kapasitas 20 ribu liter perdetik, rumah pompa Kampung Kali yang berkapasitas 1.500 liter perdetik, dan rumah pompa Kartini berkapasitas 5 ribu liter perdetik.

“Rumah pompa kita cek apakah ada kendala atau tidak,” ujar Plt Kepala DPU Kota Semarang Sih Rianung saat meninjau rumah pompa Kali Semarang, Kamis (7/11).

Dikatakan Rianung, empat pompa besar tersebut setelah dilakukan pengecekan dalam kondisi baik dan siap untuk menghadapi musim penghujan. Namun meski siap, pihaknya masih mengkhawatirkan keberadaan sampah yang dapat menyumbat lubang pembuangan saluran rumah pompa. Sebab, di rumah pompa Kali Semarang saja, setiap hari pihaknya menerjunkan petugas khusus untuk mengambil sampah-sampah yang berada di bibir saluran keluar air di rumah pompa itu.

“Setiap hari pas musim kemarau seperti ini sedikitnya 1 truk sampah kita angkut yang ada di bibir saluran pembuangan air,” katanya.

Keberadaan sampah tersebut, lanjutnya, berpotensi menyumbat pintu air. “Setiap hari sedikitnya ada 6 sampai 7 orang kita terjunkan untuk mengambil sampah di pintu masuk air dari sungai,” ujarnya.

Sampah-sampah tersebut berasal dari aliran Polder Kali Semarang dan polder Kali Banger. Seperti diketahui dua polder tersebut saling berkaitan meski di Kali Banger juga terdapat rumah pompa sendiri.

Polder Kali Semarang untuk menangani di wilayah tengah Kota Semarang. Sedangkan Polder Banger untuk menangani wilayah timur Kota Semarang. Dikatakannya, DPU Kota Semarang telah memelihara kebersihan dan menyediakan infrastruktur sebagai upaya pencegahan banjir.

“Sistem pompa air di semua wilayah ada. Barat, timur, dan tengah,” tambahnya.

Kali ini, pihaknya menitikberatkan perhatian pada wilayah Genuk bagian utara, Gayamsari bagian utara, dan Tugu bagian utara.

Penanganan banjir di bagian bawah dan atas Kota Semarang, menurutnya, punya konsep yang sama. Di bagian atas, embung dimanfaatkan untuk menampung aliran air agar tidak langsung mengalir ke bawah.  Sedangkan di Kota Semarang bagian bawah, pompa masih menjadi andalan untuk mengendalikan banjir.

“Untuk Semarang bagian bawah pompa masih menjadi andalan, karena jika dialirkan secara gravitasi kemiringannya sangat kurang memadai,” katanya.

Kepala Seksi Pengelolaan dan pengembangan Drainase DPU Kota Semarang Mochamad Hisyam Ashari mengatakan, selain fokus pada penanganan banjir, beberapa hal sudah dikerjakan pihaknya dalam menghadapi musim penghujan. Di antaranya, pengerukan di saluran drainase dan sungai. “Pengerukan sudah 80 persen sisanya kita genjot di bulan Oktober,” ujarnya.

Selain itu, pembangunan jalan yang dilakukan juga dibarengi dengan pembangunan saluran drainase yang baru. Sehingga selain fokus memperbaiki jalan, fungsi saluran juga dimaksimalkan.

Meski kerja berat terkait kesiapan infrastruktur menjadi pekerjaan pemerintah, tapi Hisyam juga mengajak masyarakat untuk bekerja sama dalam mencegah banjir dengan memperhatikan pembuangan sampah. “Kalau hujan lebat, saluran sudah tertutup sampah, sehingga air akan meluap,” katanya. (ewb/aro)