Motivasi Siswa SMAN 3, Wali Kota Ajak Komika

105
BERI MOTIVASI: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berfoto bersama siswa-siswi SMA Negeri 3 Semarang, kemarin.(IST)
BERI MOTIVASI: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berfoto bersama siswa-siswi SMA Negeri 3 Semarang, kemarin.(IST)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berkunjung ke SMA Negeri 3 Semarang, Kamis (7/11). Tak sendiri, yang unik dalam kunjungannya ke sekolah kali ini, Hendi, sapaan akrabnya, membawa komunitas stand up comedy yang bernaung dalam Stand Up Indo SMG.

Menurutnya, kehadiran sejumlah Komika di Kota Semarang dapat menjadi inspirasi para siswa untuk bisa berani berbicara di depan umum. Hendi juga menegaskan jika para komika memiliki sudut pandang kreatif pada sebuah persoalan. Yang kemudian dapat membuka wawasan para siswa dalam menyikapi kondisi terkini. Salah satu contohnya yang hadir dalam kesempatan tersebut adalah komika Kota Semarang, Ipin PW.

Ipin membahas bagaimana dulu di Kota Semarang marak terjadi tawuran antarpelajar. Yang saat ini telah tidak ada lagi. Dirinya mengatakan jika hal tersebut sebagai salah satu cara anak muda menunjukkan eksistensi diri dengan cara yang salah.

“Dulu pernah viral video tawuran antarpelajar yang terjadi di Kota Semarang. Tepatnya di Jalan Kyai Saleh. Tapi kalau diamati videonya lucu, karena mereka saling serang, tapi tidak saling kena. Jadi, cuma maju mundur saja sampai Kaligawe,” sindir Ipin.

“Tapi Alhamdulillah sekarang sudah tidak ada yang seperti itu. Sekarang energinya sudah disalurkan untuk ikut membangun Kota bersama Pak Hendi,” tandasnya.

Senada, Wali Kota Semarang di depan para siswa juga mencoba memotivasi anak muda untuk bergerak, berproses, memperkaya diri dengan ilmu dan jaringan. Untuk menunjukkan eksistensi positifnya.

“Teman-teman Komika yang hari ini (kemarin) hadir, menjadi contoh anak muda yang eksistensinya disalurkan secara positif,” tegas Hendi.

“Dan anggapan bahwa kesuksesan tergantung pada orang tua adalah anggapan yang salah. Karena tidak ada ceritanya, seseorang gagal karena terlahir di keluarga yang tidak kaya atau sukses,’’ tambahnya.

Di sisi lain, Hendi juga mencontohkan bagaimana Presiden Jokowi yang terlahir dari keluarga tukang kayu. Namun harmonis dan terbukti mampu menjadi pemimpin bangsa Indonesia. Hal yang sama dicontohkan Hendi tentang bagaimana mengubah kondisi Kota Semarang yang awalnya sering rob dan banjir.

Hendi menegaskan bahwa rob dan banjir bukanlah takdir Kota Semarang. Terbukti, dengan upaya dan gerak bersama seluruh warga Kota Semarang, saat ini banjir dan rob tak lagi menggenangi Kota Semarang.

Hendi juga optimistis, melalui konsep Bergerak Bersama, berbagai capaian Kota Semarang pada kurun 10 tahun terakhir dapat terus ditingkatkan. Perubahan wajah kota yang sebelumnya terdengar janggal ternyata mungkin dan bisa terjadi mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, industri pariwisata, hingga yang terukur adalah capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kini menempatkan Kota Semarang unggul di atas Kota Solo, Bandung dan Surabaya.

Optimisme dan motivasi inilah yang ingin terus ditularkan dan digaungkan Hendi dalam membangun Kota Semarang. Termasuk melalui komunikasi di SMAN 3 Semarang.

Diakui Hendi, silaturahminya ke SMAN 3 Semarang adalah bentuk komunikasi untuk menjaring masukan, sharing dan mendengar curhatan warga sekolah sebagai bagian dari masyarakat Kota Semarang.

Melalui pertemuan tersebut, Hendi ingin semua warga sekolah termasuk anak muda merasa bangga dan memiliki Kota Semarang. Kemudian berpartisipasi dan bergerak hebat bersama. Berbagai kanal komunikasi perlu terus dibuka dan dimaksimalkan untuk menangkap suara dan aspirasi masyarakat.

Hendi pun mengapresiasi respon anak muda yang aktif baik dalam bentuk pertanyaan, ide maupun gagasan kreatif. Keberanian dan kesempatan adalah dua hal yang harus dimiliki anak muda agar ikut berperan aktif membangun kotanya.  (*/zal/aro)