Karaoke Liar Penggaron Bebas Beroperasi

Berdiri di Lahan Pemkot Semarang

134
KARAOKE LIAR: Bangunan tempat karaoke liar di kawasan Terminal Penggaron yang dibiarkan petugas. Tempat karaoke ini hanya buka malam hari. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KARAOKE LIAR: Bangunan tempat karaoke liar di kawasan Terminal Penggaron yang dibiarkan petugas. Tempat karaoke ini hanya buka malam hari. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Selain di Pasar Johar relokasi kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), karaoke liar juga tumbuh subur di wilayah lain. Salah satunya di samping pasar relokasi Penggaron, Pedurungan. Bisnis karaoke liar di tempat itu belum tersentuh oleh Pemkot Semarang. Sedikitnya empat bangunan karaoke liar masih beroperasi setiap malam hari.

Penelusuran di lapangan, empat usaha karaoke tanpa izin tersebut berdiri di atas lahan milik Pemkot Semarang. Keempat bisnis karaoke itu berdiri mencolok di sebelah pasar relokasi Barito di Terminal Penggaron.

Salah satu pedagang sepeda bekas di Pasar Relokasi Barito kawasan Terminal Penggaron, Mukhlis, 45, mengatakan, jika tempat karaoke tersebut beroperasi jika malam hari saja. “Kalau siang seperti ini tutup, nanti kalau malam baru ramai,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (7/11).

Pengamatan koran ini dari luar pun, MMT identitas karaoke juga masih tertempel di dinding bangunan karaoke tersebut. Adapun empat karaoke liar yang berdiri di lahan milik Pemkot Semarang tersebut adalah Cantika Karaoke, Angelica Karaoke, Mega Karaoke, dan Star Karaoke.

“Jika siang kan di sini ramai warga yang jualan di pasar relokasi dan aktivitas lain dari buruh pabrik sebelah,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh warga Mranggen, Susilo, 41. Setiap hari Susilo antar jemput istrinya di pabrik yang letaknya persis di sebelah tempat karaoke.

“Kalau siang seperti ini tutup, tahu disini ada karaoke ya semenjak kerap antar jemput istri,” ujarnya. Keberadaan karaoke liar tersebut memang kontras dengan apa yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Semarang ketika membongkar 40 bangunan karaoke liar di sekitaran kawasan MAJT.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, jika dirinya baru mengetahui keberadaan empat karaoke di kawasan Terminal Penggaron tersebut beberapa hari yang lalu. Dari penelusurannya, status tanah tempat berdirinya karaoke tersebut merupakan milik Pemkot Semarang.

“Itu berdiri di tanahnya Pemkot Semarang, tepatnya milik Dinas Perhubungan Kota Semarang,” ujar Fajar.

Ia pun menyayangkan peran camat dan lurah di wilayah setempat yang tidak melaporkan keberadaan karaoke liar tersebut.

Apalagi, bangunan karaoke liar itu berdiri di atas lahan milik Pemkot Semarang. “Terus terang saya mempertanyakan fungsi camat dan luar di sana, ada seperti itu kenapa tidak segera melaporkan ke kami,” katanya.

Sebagai pemangku wilayah kecamatan dan kelurahan, camat dan lurah, lanjutnya, harus benar-benar menguasai tipologi dari wilayahnya. “Mengetahui apa yang ada di wilayahnya, jangan hanya mengandalkan kita di Satpol PP, apalagi personil kami ini juga terbatas,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah Satpol PP Kota Semarang juga akan meindak tegas seperti karaoke di kawasan MAJT, Fajar mengatakan masih akan menunggu laporan dari luran dan camat setempat.

“Kita harus sesuai prosedur, prosedurnya lurah dan camat setempat harus melapor ke kita, baru setelah itu ada surat rekomendasi bongkar, barulah kita bongkar,” tuturnya. (ewb/aro)