Konsisten Jaga Kebersihan dan Penghijauan

134
GOTONG ROYONG : Saluran air di wilayah Kelurahan Karangayu dibersihkan warga agar tidak terjadi pendangkalan dan menyebabkan banjir. (NURWAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GOTONG ROYONG : Saluran air di wilayah Kelurahan Karangayu dibersihkan warga agar tidak terjadi pendangkalan dan menyebabkan banjir. (NURWAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Ida Fadilah/Jawa Pos Radar Semarang
JAGA KEBERSIHAN: Sejumlah warga RW 05 Lamper Tengah membersihkan jalan kampung yang terbelah drainase panjang 750 meter.

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Wilayah RW 05 menjadi salah satu yang diandalkan Kelurahan Lamper Tengah dalam ajang lomba Kampung Hebat, yang dihelat Jawa Pos Radar Semarang bersama Pemkot Semarang. Untuk kategori Bersih dan Sehat.

Lingkungan bersih dan hijau pepohonan sudah terlihat sejak memasuki jalan kampung yang dibelah oleh drainase sepanjang 750 meter. Warga memang sengaja memanfaatkan bantaran saluran untuk penghijauan. Demi menciptakan lingkungan asri.

“Walaupun di jalanan tapi tetap bisa dimanfaatkan. Untuk bibit dari kas RW. Sekarang ini tumbuh dengan baik. Yang belum di RT 06, karena baru ditanam 10 bibit. Di sini masing masing RT ditanami tanaman di setiap pojok gang,” kata Ketua RW 05, Isdaryanto.
Hebatnya, masyarakat bergotong royong menciptakan lingkungan yang hijau. Ibu-ibu juga membuat jadwal piket untuk peniyiraman tanaman. Sementara, salah satu warga yang menjual tanaman. Ada yang menyumbang bibit dan pupuk atas nama kampung. Dilewati aliran air, warga rajin kerja bakti setiap Minggu.

“Nantinya kita akan menutup untuk jalur dan tanaman. Warga mengusulkan ada tempat kumpul atau nongkrong warga. Mungkin tahun depan,” terangnya.

Sementara itu, Lurah Lamper Tengah Sulistyaningsih mengatakan, untuk masalah kesehatan, di RW 05 mengadakan senam lanjut usia (lansia) setiap minggunya. Ke depan, akan dibuat sudut baca. “Sekarang yang kurang adalah pengelolaan karena buku sudah ada,” ujarnya.

Penghijauan menjadi unggulan untuk mengantisipasi banjir. Dengan pohon yang kuat, otomatis akan memperkuat penyerapan dan meminimalisir banjir. “Untuk tanaman yang sudah rapuh dan gersang, akan diganti sehingga tidak hilang. Bibit sudah ada dan mulai ditanam. Karena akarnya akan tergerus air jadi harus di tanam pohon yang kuat,” tandasnya.

Diapit berbagai sungai, Sulistyaningsih mengaku sudah menegakkan kebersihan kepada warganya. Pihaknya menyayangkan masih adanya pihak yang membuang sampah di saluran. “Saya pernah mengejar orang lewat yang sengaja buang sampah di kali. Saya tanya ternyata bukan warga saya,” katanya. (cr5/zal)