Beranda Semarang Raya Semarang Kampung Malon Siap Jadi Kampung Kreatif dan Inovatif

Kampung Malon Siap Jadi Kampung Kreatif dan Inovatif

0
Kampung Malon Siap Jadi Kampung Kreatif dan Inovatif
USAHA BATIK : Lurah Gunungpati Mulyono mengunjungi salah satu usaha batik milik Marheno yang memanfaatkan bahan alami untuk pewarnaan. (ISNA LETIDIA PUTRI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG—Warga RW 6 Kelurahan Gunungpati Kecamatan Gunungpati telah bersiap menyambut Lomba Kampung Hebat 2019-2020. KAmpung ini mendaftar untuk kategori Kampung Kreatif dan Inovatif.

Lurah Gunungpati Mulyono menjelaskan, kategori Kreatif dan Inovatif dipilih karena ia merasa banyak potensi masyarakat yang dapat dieksplor lebih dalam di sektor tersebut. “Lomba itu kan diadakan untuk melihat bagaimana situasi keadaan di kelurahan itu. Sangat bagus dengan adanya lomba ini, potensi atau keunggulan tiap kelurahan bisa terlihat,” ujarnya.

RW 6 yang juga dikenal sebagai Kampung Alam Malon ini memiliki keunggulan pada beberapa sektor. Pada sektor kerajinan batik, kampung Malon tidak perlu diragukan lagi. Ada dua usaha mandiri yaitu Batik Zie dan Batik Salma serta empat kelompok batik yaitu kelompok batik Manggis, Citra, Kristal, dan Delima.

“Setelah adanya kampung tematik, ada lah itu pengembangan kelompok batik. Kemudian, sebutan Kampung Alam Malon itu sendiri karena bahan yang digunakan sebagai pewarna batik itu berasal dari alam. Ada itu limbah mangrove, grajen dari kulit pohon mahoni, tanaman indigo, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Marheno, pemilik usaha mandiri Batik Zie sangat mendukung adanya Lomba Kampung Hebat ini. “Biar makin eksis lah ini. Selama ini produk dari Malon ini sudah sampai pasar Singapura. Kemudian sudah banyak juga kunjungan-kunjungan dari Thailand, Taiwan, dan Jepang baru-baru ini,” jelas Marheno penuh semangat.

Selain batik, dari sektor pertanian Kelurahan Gunungpati memiliki durian montong malon dan kopi malon. Selain buah duriannya, biji dari durian tersebut pun dapat diolah menjadi roti atau brownies. “Nah itu unsur kreatif itu. Itu kalau diolah, nanti bisa jadi khasnya sini,” ujar Mulyono.

Di sektor pariwisata, Malon terkenal dengan wisata religinya. Di Malon, ada Padepokan Ilir-ilir yang digunakan untuk menimba ilmu. “Biasanya kalau ada kegiatan kunjungan dari kota, provinsi, bahkan luar negeri, kami juga senterkan semua kegiatan di Padepokan Ilir-ilir itu,” tambahnya. Kemudian di sektor perikanan, Gunungpati memiliki inovasi pembuatan vitamin dan suplemen untuk ikan lele yang disebut prolis.

“Kami memiliki banyak sekali keunggulan pada kategori kreatif inovatif. Semoga jika menang lomba tahun ini, dapat meningkatkan kemampuan, keterampilan, serta ekonomi masyarakat Gunungpati,” tuturnya. (mg5/ton)