Jateng Bukukan Peningkatan Investasi 76 Persen

105
INVESTASI MENINGKAT: Gubernur Ganjar Pranowo saat menerima Deputi Perencanaan BKPM Ikmal Lukman, kemarin. Selain itu juga  Bupati Sukoharjo, Bupati Pemalang, Bupati Kendal, Ketua HIMKI, dan Ketua Asmindo di Ruang Kerja Gubernur, Senin (16/9).(ISTIMEWA)
INVESTASI MENINGKAT: Gubernur Ganjar Pranowo saat menerima Deputi Perencanaan BKPM Ikmal Lukman, kemarin. Selain itu juga  Bupati Sukoharjo, Bupati Pemalang, Bupati Kendal, Ketua HIMKI, dan Ketua Asmindo di Ruang Kerja Gubernur, Senin (16/9).(ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID, UNGARAN-Peluang investasi yang dimiliki Jateng cukup besar dan mencakup hampir sebagian besar sektor usaha serta tersebar di 35 kabupaten/kota. Mulai sektor manufaktur, pertanian, perdagangan, pariwisata, properti, pertambangan, energi dan sektor jasa.

Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jateng, Ratna Kawuri yang disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan Data dan Informasi, Sucipto, DPMPTSP Provinsi Jateng telah membukukan realisasi investasi yang positif. Realisasi investasi Penanaman Modal Asing/Penanaman Modal Dalam Negeri (PMA/PMDN) di Jateng periode 2014–2018 juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Bahkan, melampaui target yaitu sebesar Rp 18,59 triliun tahun 2014 dan meningkat menjadi Rp 59,27 triliun tahun 2018.

“Pada triwulan II-2019 realisasi investasi PMA/PMDN di Jateng telah mencapai Rp 36,16 triliun atau 76 persen dari target yang ditetapkan tahun 2019 sebesar Rp 47,42 triliun,” katanya saat Focus Group Disscussion (FGD) Kebutuhan Publikasi di bidang Penanaman Modal dan Perizinan di Hotel Nuwis Bandungan, kemarin.

Kendati begitu, jelasnya, dengan target pertumbuhan ekonomi Jateng sebesar 7 persen di Jateng, menuntut DPMPTSP untuk meningkatkan kembali tingkat investasi di Jateng. Pasalnya, pertumbuhan perekonomian Jateng pada periode 2014–2018 berkisar 5,25 – 5,47 persen. Pada Triwulan II-2019 tumbuh sebesar 5,62 persen.

Pertumbuhan tersebut didongkrak dari sisi produksi di hampir semua lapangan usaha. Bahkan, pertumbuhan tertinggi dicapai kategori penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 19,40 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT yang tumbuh sebesar 12,89 persen.

“Pertumbuhan ekonomi tersebut secara tidak langsung mampu menekan angka kemiskinan menjadi 10,80 persen (Maret 2019) dan pengangguran terbuka menjadi 4,22 persen (Agustus 2019). Pada sisi lain, terjadi peningkatan Indek Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 71,12 pada tahun 2018,” katanya.

Dalam upaya mendorong peningkatan investasi, pihaknya akan menyelenggarakan event promosi investasi “Central Java Investment Business Forum (CJIBF) tahun 2019” di Jakarta, 5 Nopember 2019 mendatang. Pada event ini, Jateng menawarkan berbagai peluang investasi di sektor manufaktur dan pariwisata. “Dari gambaran makro, investasi menjadi kunci utama dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tandasnya. (ida)