Pengusaha Semarang Kurang Minati Fintech

114

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Para pengusaha di Kota Atlas menyadari perkembangan Financial Technologi (Fintech) yang masif. Namun kemudahan tersebut tidak serta merta menarik perhatian pengusaha Semarang untuk beralih ke sistem tersebut.

Ketua Apindo Kota Semarang, Dedi Mulyadi Ali menuturkan bahwa para pengusaha Kota Semarang tidak menutup mata dengan adanya perkembangan instrumen pembiayaan yang mudah. Namun teknologi baru tersebut hanya memberikan investasi modal jangka pendek. Padahal untuk kelas pengusaha besar, jenis investasi tersebut kurang diminati.

“Mungkin kebanyakan anggota Apindo Semarang tidak menggunakan Fintech, karena sebagian besar memiliki usaha yang telah besar dan memiliki finansial yang sudah kuat. Jika ditawarkan investasi jangka pendek tentu susah, karena keuangan mereka saja sudah lancar dan bisa membiayai kebutuhan mereka,” ujarnya.

Meski begitu, bukan berarti dirinya menutup peluang Fintech untuk digunakan para pengusaha. Hanya saja, tidak semua jenis fintech dapat digunakan. Selain itu, tergantung kebutuhan pengusaha. Jika memang membutuhkan dana mendadak dan modal besar, tidak menutup kemungkinan menggunakan teknologi tersebut.

Sementara itu Kepala Bagian Pengawasan Pembiayaan Non Perbankan OJK Regional Jateng dan Jogjakarta, Gatot Yulianto menuturkan tidak semua daerah memiliki iklim ekonomi yang sama. Termasuk karakter pengusaha di dalamnya. Sehingga tidak semua sistem ekonomi termasuk modernisasi jasa keuangan dapat diterapkan. Namun dirinya meminta para pengusaha dan pelaku ekonomi untuk tetap membuka mata dan belajar teknologi tersebut, karena perkembangan itu pasti ada di masa depan.

“Kalau saya melihat memang karakteristik pelaku ekonomi Jateng tidak terlalu cocok dengan sistem aplikasi. Mereka cenderung menggunakan cara konvensional. Namun kami tetap mengimbau untuk tetap belajar, meskipun tetap menggunakam cara lama namun tidak buta dengan teknologi terbaru,” pungkasnya. (akm/ida)