Lebih Tenang, Tanpa Polusi Udara 

CFN di Kota Lama

100
BEBAS KENDARAAN: Suasana Kota Lama Semarang saat bebas kendaraaan. INZET: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, bersama jajarannya menjajal suasana CFN kawasan Kota Lama Semarang, Jumat (11/10). (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
BEBAS KENDARAAN: Suasana Kota Lama Semarang saat bebas kendaraaan. INZET: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, bersama jajarannya menjajal suasana CFN kawasan Kota Lama Semarang, Jumat (11/10). (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Ramai namun tenang. Tanpa polusi udara, juga polusi suara. Pengunjung Kota Lama terlihat lebih menikmati malam di antara bangunan bersejarah. Baik untuk bersantai maupun mengabadikan momen.

Barangkali seperti itulah gambaran kawasan Kota Lama Semarang setelah diberlakukan car free night (CFN) atau bebas kendaraan bermotor Jumat (11/10) malam.

Sepanjang Jalan Letjen Suprapto steril dari kendaraan bermotor mulai dari simpang Cendrawasih hingga depan bank Mandiri. Dan rencananya akan diberlakukan setiap Jumat dan Sabtu dari pukul 18.00 hingga 24.00. Juga pada malam hari libur dan tanggal merah, selama uji coba.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang menjajal langsung suasana CFN malam kemarin menilai situasi Kota Lama menjadi lebih cantik dan sejuk. Ia optimistis, kondisi ini dapat dipertahankan. Bahkan dapat dijadikan aktivitas rutin ke depannya. Rencananya, Januari 2020 nanti memang akan diberlakukan selama 24 jam.

“Saya melihat kaget. Udara jadi lebih sehat dan bersih. Tidak ada asap. Orang bisa jalan lalu lalang,” ujar pria yang malam kemarin menuju Kota Lama menggunakan sepeda bersama Wakil Wali Kota Semarang Hevearitas G Rahayu, kepala Dinas kebudayaan dan pariwisata Indriyasari dan sejumlah kepala OPD.

Hanya saja, memang, di awal pemberlakukan ini masih ada sejumlah evaluasi. Diantaranya, keluhan jumlah pengunjung restoran yang menurun. “Tadi sempat ke satu dua pemilik restoran. Mereka bilang hari pertama sepi, hanya separo. Ini akan kami evaluasi. Mudah-mudahan hanya karena hari pertama. Pengunjung kaget, nggak mau jalan kaki ke arah restoran. Tapi selanjutnya mudah-mudahan pengunjung bisa adaptasi,” ujarnya.”Sehingga pengunjung bisa terus bertambah dan semakin meningkat banti pendapatannya,” harapnya.