Hari Tanpa Bayangan di 14 Kabupaten/Kota

113
HARI TANPA BAYANGAN :  Petugas BMKG Jawa Tengah menunjukkan alat Psychrometer Assmann, salah satu alat yang digunakan untuk mengukur kelembaban udara (relative humidity). Psychrometer Assmann terdiri dari dua buah termometer air raksa dengan pelindung logam mengkilat. Dari data yang di peroleh di lapangan suhu udara di Kota Semarang pada Jumat (11/10) 2019 mencapai 36 celcius. Selain itu, tepat pukul 11.25 WIB Semarang terjadi Kulminasi yaitu peristiwa yang lebih dikenal sebagai hari tanpa bayangan. INZET: Dua benda yang berdiri tanpa bayangan. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HARI TANPA BAYANGAN :  Petugas BMKG Jawa Tengah menunjukkan alat Psychrometer Assmann, salah satu alat yang digunakan untuk mengukur kelembaban udara (relative humidity). Psychrometer Assmann terdiri dari dua buah termometer air raksa dengan pelindung logam mengkilat. Dari data yang di peroleh di lapangan suhu udara di Kota Semarang pada Jumat (11/10) 2019 mencapai 36 celcius. Selain itu, tepat pukul 11.25 WIB Semarang terjadi Kulminasi yaitu peristiwa yang lebih dikenal sebagai hari tanpa bayangan. INZET: Dua benda yang berdiri tanpa bayangan. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Fenomena Hari Tanpa Bayangan yang berlangsung Jumat (11/10) kemarin, terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Di Kota Semarang, fenomena tersebut terjadi tepat pukul 11.25.06 WIB.

Informasi yang diperoleh dari Stasiun Klimatologi Kelas I, BMKG Kota Semarang, hari tanpa bayangan terjadi di Semarang lantaran posisi matahari tepat berada di titik koordinat 59.071 LS dan 43.02 BT.

Kasi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kelas I, BMKG Kota Semarang, Iis Widya Harmoko mengatakan, suhu udara di Semarang itu mencapai 36,4 derajat sehingga letak matahari atau kulminasi utama berada tepat di atas kepala manusia. “Saat hari tanpa bayangan terjadi di Semarang, temperatur udaranya sudah mencapai 36,2-36,4 derajat celcius,” tegasnya.

Menurutnya, hari tanpa bayangan juga muncul dengan waktu yang hampir bersamaan di 14 kabupaten/kota lainnya. Sedangkan daerah yang dilalui hari tanpa bayangan Jumat kemarin adalah Kabupaten Blora, Rembang, Pati, Purwodadi, Kudus, Demak, Kendal, Batang, Pekalongan, Kajen Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Slawi Kabupaten Tegal, Kota Tegal dan Brebes. “Ada beberapa daerah yang berbeda saat terjadi Hari Tanpa Bayangan, tetapi waktunya yang berbeda,” jelasnya.

Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani, Yoga Sambodo mengatakan kemunculan hari tanpa bayangan dipengaruhi oleh gerak semu matahari yang berada di lintang selatan. Sehingga saat terjadi kulminasi utama, warga yang sedang beraktivitas di luar rumah disarankan perbanyak minum air putih karena temperatur udaranya naik drastis ketimbang kondisi normal.

“Soalnya musim hujannya agak mundur dari perkiraan awal, jadinya suhu udara di Semarang cenderung panas. Penyebab lainnya, matahari sedang berputar di belahan bumi selatan dan tidak ada tutupan awan sama sekali. Dampaknya radiasi mataharinya lebih maksimal saat turun ke bumi,” jelasnya.