Dorong UMKM Go Global dan Go Digital

82
LIHAT POTENSI : Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng Soekowardojo, melihat beberapa UMKM yang dihadirkan di Press Conference “Pameran UMKM Jateng Go Global Go Digital,” kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LIHAT POTENSI : Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng Soekowardojo, melihat beberapa UMKM yang dihadirkan di Press Conference “Pameran UMKM Jateng Go Global Go Digital,” kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Jateng memiliki potensi besar untuk menembus pasar ekspor. Seperti yang dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jateng terus berkomitmen mendorong pelaku UMKM untuk Go Global dan Go Digital.

Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng, Soekowardojo mengatakan bahwa saat ini sudah cukup banyak pelaku UMKM yang berpotensi masuk pasar ekspor. Sayangnya, pelaku UMKM ini terkendala ketika bersaing di pasar internasional.

“Perkembangan zaman yang serba digital menjadi salah satu kendala. Hal ini karena akses digital tidak dimanfaatkan oleh pelaku usaha yang bisa saja masuk ke pasar ekspor,” katanya saat ditemui di Kantor Perwakilan BI Jateng, Jumat (11/10) siang.

BI sendiri, memberikan dukungan dengan ‘Pameran UMKM Jawa Tengah: Go Global, Go Digital’ pada 1-3 November 2019 di Museum Lawang Sewu Semarang. Menurutnya, melalui kegiatan tersebut, UMKM di Jateng bisa mendapatkan berbagai macam pengetahuan tentang ekspor, mulai dari perbaikan standar kualitas produk, regulasi, promosi, dan akses pasar ekspor.

“BI mencoba mengarahkan agar UMKM bisa Go Global dan Go Digital agar bisa naik kelas. Tidak mungkin membina terus, sisi potensial yang ada ini harus bisa sukses, setelah sukes harus paham digital, baru setelahnya paham global,” bebernya.

Rencananya, peserta pameran terdiri atas UMKM binaan KPwBI Jateng yang meliputi Semarang, Solo, Tegal, dan Purwokerto. UMKM binaan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait se-Jateng, dan UMKM binaan BUMN/Perbankan/Asosiasi. “Produk yang akan ditampilkan adalah produk premium ekspor atau potensi ekspor dengan kategori fashion, kain tradisional, makanan/minuman, produk kerajinan, dan kopi,” ujarnya.