Hilangkan Hasil Lab PA, RSIA Bunda Digugat

149

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Akibat adanya dugaan pihak Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda menghilangkan hasil laboratorium Patologi Anatomi (PA), seorang pasien asal Semarang, Novita Fajar Ayu Wardhani, mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) kepada rumah sakit yang ada di Jalan Brigjen Katamso No 8 Karangturi, Semarang Timur tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Gugatan itu diajukan Novita melalui tim hukum dari kantor Rizky Auliadi dan Rekan sebagaimana nomor perkara: 408/Pdt.G/2019/PN Smg. Saat ini, perkaranya baru memasuki ranah mediasi.

Salah satu kuasa hukum Novita, Rezky Tamelah, awalnya enggan memberikan tanggapan dengan dalih kasus tersebut sensitif. Kemudian bersedia karena mengetahui tim kuasa hukum RSIA sudah memberikan tanggapan lebih dahulu.

Ia menyatakan, tanggapan tim kuasa hukum RSIA Bunda Syukron Abdul Kadir yang menganggap kasus tersebut harusnya masuk ranah perselisihan perlindungan konsumen merupakan haknya. Namun demikian, dijelaskannya, dalam kasus itu, sebenarnya sudah pernah dilaporkan pidana oleh kliennya. Namun kasusnya berujung terbitnya Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3).

“Karena penyidik menganggap tidak masuk unsur perlindungan konsumen maupun penipuan. Sehingga melalui timnya sepakat mengajukan gugatan PMH, langkah PMH ini kami tempuh merupakan upaya hukum terakhir yang diajukan untuk memperoleh hak, sehingga gugatan ini murni PMH, tidak juga masalah tindakan medis,”kata Rezky Tamelah saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (19/9).

Dijelaskannya, dalam kasus itu kliennya pernah dirawat di rumah sakit tersebut. Kliennya juga pernah mengalami keguguran sampai 4 kali. Dalam kasus keguguran terakhir, dari hasil keterangan dokter harus dilakukan lab Patologi Anatomi (PA), termasuk tes urine dan darah. Dari bahasa orang awam, disebutkannya, sampel PA itu disebut orok.