Buron 48 Hari, Pelaku Tabrak Lari Ditangkap

283
GELAR PERKARA: Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi saat gelar perkara kasus tabrak lari dengan tersangka sopir Ahmad Subai.(ADITYO DWI/RADARSEMARANG.ID)
GELAR PERKARA: Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi saat gelar perkara kasus tabrak lari dengan tersangka sopir Ahmad Subai.(ADITYO DWI/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Pelaku tabrak lari yang menjadi buron selama 48 hari, Ahmad Subai, 42, warga Kampung Kebun Cau, Cileles Lebak Banten ditangkap anggota Satlantas Polrestabes Semarang. Sopir truk trailer ini ditangkap karena tidak bertanggungjawab atas kasus tabrak lari di Jalan Walisongo, persisnya di depan pintu keluar kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, Subai ditangkap di daerah Mengger, Lebak, Banten, Selasa (17/9) siang. Saat itu, tersangka sedang mengemudikan bus pariwisata hendak mengantar rombongan ziarah di daerah Banten. Sebelum sampai tujuan, bus pariwisata yang dikemudikan dihadang mobil polisi saat berhenti di traffic light di daerah Kecamatan Meger, Pandeglang, Banten.

“Saya gak curiga, bus saya dipepet mobil saat berhenti di traffic light. Lalu saya disuruh turun, setelah diinterogasi saya dibawa masuk ke mobil, ternyata polisi. Bus saya dibawa sopir cadangan,” ungkap Subai saat dibawa ke Mapolrestabes Semarang, Kamis (19/9).

Penangkapan setelah anggota unit Laka Lantas Polrestabes melakukan penyelidikan peristiwa lakalantas hingga merenggut satu korban meninggal dunia bernama Suprapto, warga Jalan Jalan Sentyaki Tengah, Bulu Lor, Semarang, pada Kamis (1/8) sekitar 09.28.

Kecelakaan tersebut melibatkan truk trailer bernopol B 9966 PEH yang dikemudikan oleh Subai dengan sepeda motor Honda Supra H 2591 RS dikendarai Suprapto memboncengkan Sunardi, warga Jalan Palgunadi Bulu Lor, Semarang Utara.

Subai menceritakan, sebelum kejadian truk yang dikemudikan keluar dari Kawasan Industri Candi (KIC) Jalan Gatot Subroto, Ngaliyan, usai bongkar muat 100 kendaraan. Ketika hendak perjalanan balik ke arah Jakarta, tempatnya perusahaan terlibat kecelakaan dengan sepeda motor disamping kiri. Dari arah yang sama, timur menuju barat atau Jerakah ke arah Jakarta.