Beranda Semarang Raya Semarang Bidang Kelistrikan Belum Maksimal

Bidang Kelistrikan Belum Maksimal

0

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG, –Penerapan program Antikorupsi pada perusahaan Pengembang Pembangkit Listrik di Indonesia belum maksimal. Bahkan, hasil survei Transparancy in Corporate Reporting (TRAC) menyebutkan 51 dari 95 perusahaan kelistrikan tidak memenuhi indikator dimensi program antikorupsi. Padahal sektor kelistrikan merupakan mega proyek yang menyerap investasi dengan jumlah fantastis dan rawan korupsi.

Sekjen TI Indonesia, Dadang Trisasongko menuturkan program antikorupsi memuat 13 nilai yang harus diterapkan dalam perusahaan untuk mencegah korupsi. Pihaknya menyayangkan di Jateng masih banyak perusahaan kelistrikan yang belum maksimal memberikan program antikorupsi.

“Skor Program Antikorupsi PLTMG Karimun Jawa oleh Indonesia Power hanya 50 persen. Untuk PLTU Jawa 4 (Expension Tanjung Jati B) 2.000 MW oleh Bhumi Jati Power 0 persen. Sedangkan untuk anak dan cucu perusahaan PT PLN Persero tidak ada yang melebihi 50 persen. Ini keprihartinan kami,” katanya, dalam acara yang digelar Pattiro di Hotel Ciputra, Selasa (20/8) kemarin.

Karena itu, pihaknya merekomendasikan untuk segera menerapkan program tersebut agar potensial korupsi pegawai dapat ditekan. Selain itu, pemerintah dan masyarakat sipil perlu bersama mengawal dan mengawasi kinerja perusahaan sektor kelistrikan untuk meminimalisasi penyelewengaan.

Sementara itu Asisten Ombudsman Jateng, Sabarudin Hulu mengajak bersama masayarakat mengawal transparansi pada perusahaan sektor kelistrikan. Dengan adanya survei TRAC, dapat menjadi referensi pihaknya untuk mengetahui dan menformulasikan strategi mencegah tindak pidana korupsi di kemudian hari.

“Dalam UU Ombudsman, kami melakukan pengawasan baik BUMN, BUMD maupun perusahaan swasta yang anggarannya melalui APBN atau APBD. Termasuk sektor kelistrikan. Jika mendapat laporan terkait penyelewengan, ombusman pusat maupun daerah siap melakukan penyelidikan. Hasilnya kami sampaikan untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya. (akm/ida)