Dituduh Begal Pacar, Pemuda Warga Ambarawa Diduga Korban Salah Tangkap

552
SALAH TANGKAP: M dan tiga rekannya didampingi Lurah Pasekan usai melapor ke Bidpropam Polda Jateng.

RADARSEMARANG.ID SEMARANG – Nasib sial dialami oleh empat warga Dusun Puser, Desa Pasekan Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang. Mereka dituduh melakukan perampasan dan pembacokan, di Pudakpayung Kecamatan Banyumanik, Jumat (19/7/2019).

Empat orang tersebut adalah F, S, D, dan M. Menurut keterangan, M, ia ditangkap sejumlah orang tak berseragam di tempat kerjanya di Breket Arang, Jalan Mgr Soegijapranata Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang, sekitar pukul 09.30. Seorang lagi ditangkap di rumahnya, di Dusun Puter, Desa Pasekan Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang sekitar pukul 16.00 Wib.

Setelah ditangkap oleh sejumlah oknum yang diduga anggota Polda Jateng kemudian diserahkan ke Polsek Banyumanik. Namun kemudian empat pemuda tersebut dipulangkan dengan alasan tidak terbukti melakukan tindak kejahatan tersebut.

“Setahu saya orang enam, gak pakai seragam, membawa saya dan dua teman saya. Ngaku polisi tapi gak bawa surat-suratnya. Saya juga tanya sampeyan polisi mana, dijawab yen wes ngerti polisi to manut,” ungkapnya usai pelaporan di Polda Jateng, didampingi Lurah Pasekan, Juli, saat ditemui RADARSEMARANG.ID, Senin (22/7/219).

M membeberkan, dia dan tiga orang lainnya diduga salah tangkap, tak lain dengan adanya kejadian kasus perampasan dan pembacokan di sekitar daerah Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, pada Jumat (19/7) dinihari. Korbannya adalah sepasang muda-mudi yang sedang berada ditempat tersebut.

“Itu kan posisi pacar saya, malam Jumat itu keluar sama laki-laki jalan-jalan ke teman Unyil, saya gak tau. Gak ngabari saya. Nah pas di Taman Unyil itu dibegal, motornya diambil, yang laki-laki kena bacok,” katanya.