Pendidikan Berbudaya Jadi Metode Ideal Pembelajaran

495

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – DPR merasa bahwa jawaban atas pencarian bentuk dari model pendidikan di Indoneisa telah ditemukan. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mengatakan, ditengah perisapan yang dilakukan pemerintah untuk memperbaiki pendidikan Indonesia, bahwa saat ini tengah berkembang pendidikan berbudaya seperti yang dilakukan di Jogjakarta.

“Pendidikan berbudaya adalah salah satu jawaban dalam pencarian model pendidikan yang sesuai dengan karakter Indonesia. Jadi nanti tiap daerah berbeda sesuai dengan kearifan lokalnya,” terangnya.

Politisi PKS ini sudah melihat langaubg kesuksesan penyelenggaraan pendidikan berbudaya di Jogjakarta. Ia menambahkab bahwa saat ini diperlukan adanya sinergitas semua pihak. Dimulai dari regulasi yang mendukung, Sumber Daya Manusia, Masyarakat, dan pemerintah sebagai pelaksana dan pembuka komunikasi dengan seluruh pihak.

“Di Jogja ini menarik, semua pihak diajak berdiskusi untuk merumuskan pendidikan berbudaya. Mulai dari pemuka agama islam, kristen, katolik, budha dan hindu, seniman, sejarawan dan tokoh masyarakat. Ini akan kita bawa ke Raker bersama kemenetrian.” ujarnya.

Fikri Faqih menambahkan bahwa saat ini dari 20 persen APBN yang langsung diamanatkan kepada Kemdikbud hanya Rp 40 triliun, untuk Kemenristek Rp 40 triliun, serta Rp 50 triliun untuk Kemenag, dan sisanya langsung diberikan ke daerah. “Ini yang kalau kita maksimalkan. Hampir 50 persen dari anggaran pendidikan dikelola oleh daerah,” tandasnya.

Pendidikan berbasis budaya dilaksanakan dengan menjadikan budaya sebagai isi pendidikan. Budaya sebagai metode pelaksanaan pendidikan dan pendidikan dalam lingkungan budaya sebagai konteks dan pendekatan dalam manajemen pendidikan. “Pendidikan berbasis budaya tersebut dijalankan pada jenjang TK hingga jenjang Sekolah Menengah tingkat pertama maupun atas,” ujarnya.