Polisi Buru Penyebar Hoax Bom di Polsek Ngaliyan

460
Kombes Pol Abioso Seno Aji (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Kombes Pol Abioso Seno Aji (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Kepolisian Polrestabes Semarang mengimbau masyarakat agar tidak resah atas kabar hoax tentang adanya bom di Polsek Ngaliyan beberapa hari lalu. Sebab, paketan mencurigakan yang ditemukan warga tersebut, bukan bom atau bahan peledak.

“Saya atas nama Kapolrestabes Semarang Komisaris Besar Polisi Abiyoso Seno Aji menegaskan bahwa kabar atau berita tentang adanya temuan bom di Polsek Ngaliyan adalah Tidak Benar atau Bohong,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji dalam siaran persnya, Sabtu (19/5) kemarin.

Abioso juga menegaskan bahwa pihaknya dan jajaran Polrestabes Semarang meminta agar masyarakat tidak langsung percaya terhadap berita yang ada di media sosial. Selain itu, pihaknya juga meminta masayarakat untuk tidak langsung menyebarkan informasi yang belum tentu benar. “Kalau belum tahu kebenarannya, kami minta tidak langsung di-share atau dibagikan,” tegasnya.

Munculnya kabar hoax tersebut, sangat meresahkan masyarakat. Apalagi informasi tersebut beredar setelah adanya penemuan paket mencurigakan di pinggir Jalan Honggowongso Kelurahan Purwoyoso Ngaliyan persisnya sekitaran dekat Gereja GPDI Hosana, Rabu (16/5) sekitar pukul 20.00.

Paket tersebut ditemukan oleh seorang laki-laki, warga Ngaliyan, Surya Endriawan, 25, sepulang kerja melintas Jalan Honggowongso Kelurahan Purwoyoso Ngaliyan Kota Semarang.

Saat dicek, paketan mencurigakan tersebut berisi baterai handphone 1 buah, baterai power bank 3,7 volt sebanyak 5 buah, arloji analog 1 buah, dan rangkaian PCB resistor, kondensor serta rangkaian kabel. Selain itu, di paketan itu tertempel sebuah kertas dan disertai tulisan kelompok radikal ISIS. Bahkan ada juga tanda tangan dan nama Amrozi.

Merasa khawatir terjadi sesuatu, Surya langsung melaporkan ke petugas jaga Polsek Ngaliyan sambil manaruh bungkusan tersebut di depan Mapolsek Ngaliyan. Oleh petugas, diteruskan ke Polrestabes Semarang dan disampaikan Unit Jibom Gegana Sat Brimob Polda Jateng untuk dilakukan pengecekan. “Sejak adanya benda mencurigakan itu, kami nyatakan bahwa itu bukan bom, melainkan baterai dan power bank,” tegasnya.

Abioso menegaskan, foto wajah seseorang dan rakitan bom yang beredar tersebut juga tidak benar. “Foto orang yang dicantumkan adalah orang yang menemukan benda tersebut, bukan teroris. Sedangkan foto sejumlah bom pralon tersebut, bukan foto yang ada di Polsek Ngaliyan,” imbuhnya.

Lanjut Abioso, kini aparat Polrestabes Semarang mendalami penyebar dugaan informasi bohong soal penangkapan terduga teroris dan barang bukti sejumlah bom di kawasan Honggowoso, Semarang. Pihaknya juga telah menurunkan tim untuk memburu pembuat dan penyebar gambar hoax tersebut. “Kami akan mendalami kabar hoax tentang bom dan teroris di Polsek Ngaliyan. Kami sudah terjunkan tim untuk memburu pembuat gambar, pemosting dan penyebarnya. Saya tegaskan itu tidak benar. Mohon masyarakat tidak mudah percaya,” harapnya. (mha/ida)