Belum Pasang APK, KPU Didemo

496
DEMO KPU : Pendemo dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah saat menggelar aksi di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng. Mereka memprotes belum dipasangnya alat peraga kampanye (APK) Pilgub. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DEMO KPU : Pendemo dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah saat menggelar aksi di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng. Mereka memprotes belum dipasangnya alat peraga kampanye (APK) Pilgub. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah menggelar aksi di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng, Jalan Veteran Semarang, Selasa (10/4). Mereka protes lantaran alat peraga kampanye (APK) kedua pasangan calon di Pilgub Jateng tidak kunjung dipasang.

Petugas kepolisian yang setiap hari berjaga di kantor KPU Jateng pun langsung turun tangan untuk mengamankan. Mahasiswa Muhammadiyah menyampaikan aspirasi dengan tertib tanpa ada sedikit pun gelagat untuk melakukan vandalisme.

Mereka hanya berteriak-teriak sambul membawa sejumlah spanduk dan poster bertuliskan “Menuntut Profesionalisme KPU Jateng”, “Telat 1,5 Bulan Adakan Baliho Cagub-Cawagub Jateng”, dan “Berikan Solusi Keterlambatan Pengadaan APK”.

Koordinator aksi, Badrun Nari menjelaskan menilai keterlambatan pemasangan APK Pilgub Jateng di daerah-daerah oleh KPU ini menguntungkan petahana. Dia pun mempertanyakan apakah keterlambatan ini disengaja. “Kami ingin menanyakan, kenapa APK bisa terlambat. Apakah ada unsur kesengajaan. Karena keterlambatan ini kami rasa bisa menguntungkan petahana,” ucapnya di sela-sela aksi.

Menurutnya, seharusnya KPU Jateng bisa mengantisipasi keterlambatan pemasangan APK dengan mempersiapkan proses lelang pengadaan sebaik-baiknya. “Keterlambatan pemasangan APK juga berdampak pada antusiasme masyarakat dalam mengikuti semua tahapan Pilgub Jateng,” lanjutnya.

Karena itu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah menuntut KPU Jateng bertanggung jawab dan bersikap profesional dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai lembaga penyelenggara pemilu.

Sementara itu, Ketua KPU Jateng, Joko Purnomo mengatakan, keterlambatan APK disebabkan gagal lelang. Sebenarnya, gagal lelang itu sudah jadi hal lumrah dalam proyek yang melibatkan pemerintah. “Karena gagal lelang, proses produksi jadi terlambat. Akhirnya, distribusi dan pemasangan juga ikut terlambat. Tapi semua sudah beres, kok,” terangnya. Joko memperkirakan, pemasangan APK bisa klir 100 persen pada minggu pertama April. (amh/ric)