KPU Dituding Memperlambat APK

360

RADARSEMARANG, SEMARANG – Meskipun sempat diprotes dan ramai diberitakan di media massa, persoalan Alat Peraga Kampanye (APK) tak kunjung cepat diselesaikan oleh KPU. DPW PKB Jawa Tengah mempertanyakan kenapa KPU lambat sekali kerjanya, sehingga terkesan ada unsur kesengajaan memperlambat sosialisasi.

Ketua DPW PKB Jateng KH M Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), mengatakan, setelah mencetak dan mendistribusikan APK berupa poster dan pamflet, KPU tak kunjung memasang baliho dan spanduk. Hanya kelihatan di beberapa titik. “Saya keliling di berbagai Kabupatan, hanya ada satu dua baliho di pusat kota. Itu pun baru beberapa Kabuputen. Tim di lapangan juga melaporkan, tidak ada sama sekali baliho,  spanduk dan umbul umbul di kecamatan. Tim kan bekerja sampai tingkat desa, maka mereka tahu persis. Sebagai perbandingan, saya kemarin baru saja dari Sidoarjo Jatim, Baliho Spanduk, dan umbul umbul dari KPU terpampang di tiap sudut,” ujarnya.

Gus Yusuf tentu menyesalkan kondisi ini dan mempertanyakan kinerja KPU. Menurut pendapat Gus Yusuf, kondisi ini berdampak pada dua hal. Pertama, dia menganggap ini unsur kesengajaan, yang membawa dampak pada lemahnya sosialisasi Pak Dirman dan Mbak Ida.

Semakin diperlambat jelas semakin menghambat sosialisasi.  Yang kedua, bukan hanya semata mata pihaknya dirugikan, tetapi bagaimana bisa melibatkan seluruh masyarakat untuk mendatangi TPS jika sosialisasinya lambat dan lemah. “Saya tidak mengerti kerja KPU. Kami pasang sendiri gambar calon melalui baliho dan spanduk, dicopoti Panwas. Alasannya tidak sesuai aturan, tetapi gambar dari KPU mana? Jika begini, Pendidikan politik ke rakyat mana,” tandasnya.