Pipi Ganjar Dicubit Pedagang

491
FOTO BARENG : Setelah mencubit, pedagang ikan asin Pasar Karangayu, Hikmah (tengah)  mengajak foto bareng Ganjar. (ISTIMEWA)
FOTO BARENG : Setelah mencubit, pedagang ikan asin Pasar Karangayu, Hikmah (tengah)  mengajak foto bareng Ganjar. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Calon Gubernur Jateng, nomor urut 1, Ganjar Pranowo dicubiti pedagang Pasar Karangayu Semarang ketika blusukan di pasar tersebut, Kamis (8/3). Pedagang ikan asin yang diketahui bernama Hikmah, 35 nekat mencubit Ganjar karena gemas.

Ketika melihat Ganjar dan istrinya, Siti Atikoh masuk Pasar Karangayu, Hikmah langsung berlari meinggalkan lapaknya. Menerobos puluhan pedagang yang mengerumuni Ganjar. Begitu dekat, Hikmah mencubit dua pipi Ganjar dengan kedua tangannya. “Hiihh.. gemes aku Pak Ganjar!” katanya setengah berteriak.

Tingkah Hikmah kontan membuat Ganjar kaget. Belum sempat Ganjar mengidentifikasi siapa yang mencubit pipinya, Hikmah sudah berlari menghilang. Nah, rupanya Ganjar yang berjalan masuk ke pasar malah sampai di depan lapak Hikmah. “Lho tiwas tadi lari-lari kok sampai sini juga. Saya yang tadi nyubit, Pak,” ucap Hikmah sambil cengengesan.

Ganjar pun melayani Hikmah dengan pertanyaan. “Oalaah sampeyan, to? Kenapa tadi kok nyubit-nyubit?,” tanya Ganjar.

Gemes Pak, semoga anak saya nanti ngganteng, putih, tinggi, kayak Pak Ganjar,” jawab Hikmah yang mengaku sedang ikut program hamil itu. Reaksi Hikmah membuat Ganjar dan para pedagang tertawa.

Warga Jalan Kenconowungu Tengah, Semarang Barat itu mengaku nge-fans berat dengan Ganjar. Terlebih, kedatangan Ganjar dengan istrinya, Siti Atiqoh ke Pasar Karangayu untuk belanja tersebut menyapa ramah para pedagang.

“Jarang ada pejabat blusukan ke pasar naik sepeda. Pak Ganjar juga peduli dengan nasib pedagang, saya dan teman-teman ditanya kondisi pasarnya bagaimana, apakah dagangan laku atau tidak,” paparnya.

Setelah ber-haha-hihi, pedagang lain, Paiyem, 51 justru curhat dengan menunjukkan raut kesedihan. Warga Kelurahan Kembangarum, Kecamatan Semarang Barat ini bercerita mengenai kondisi ekonominya. “Suami saya sudah tua tidak kuat kerja, anak saya enam, kami tidak dapat bantuan pemerintah,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Setelah mendengarkan cerita Paniyem, Ganjar mencatat data nenek tersebut. “Iya, saya catat ya. Nanti tim saya ada yang ke rumah ibu untuk memastikan ibu mendapatkan jaminan sosial dari pemerintah,” jelas Ganjar.

Blusukan ke pasar pagi tadi bagi Ganjar bukanlah yang pertama. Ganjar mengaku kebiasaannya datang langsung ke pasar itu untuk menjaring aspirasi langsung masyarakat serta melihat kondisi sebenarnya di lapangan.

Alasan dipilihnya Pasar Karangayu, karena Ganjar menganggap sudah selayaknya segera diperbaiki karena kondisinya yang kotor dan becek. “Sebagian pedagang tadi laporan minta pasar segera dibangun, saya akan sampaikan ke Pak Wali Kota, Pak Hendi. Memang ya kalau becek tidak nyaman,” katanya. (amh/ric)