Raih Silver Medal di Jerman

658
PRESTASI DUNIA : Lima mahasiswa Undip menunjukkan bendera merah putih setelah meraih silver medal dalam iENA International Trade Fair Ideas Inventions New Products Germany 2017 di Nuremberg, Jerman. (Istimewa)
PRESTASI DUNIA : Lima mahasiswa Undip menunjukkan bendera merah putih setelah meraih silver medal dalam iENA International Trade Fair Ideas Inventions New Products Germany 2017 di Nuremberg, Jerman. (Istimewa)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Lima mahasiswa Undip meraih silver medal dalam iENA International Trade Fair Ideas Inventions New Products Germany 2017 di Nuremberg, Jerman baru baru ini. Mereka mempresentasikan penemuannya, alat pendeteksi jantung pintar atau Smart Alert Detection of Heart (SAD-Heart).

Kelimanya terdiri dari Christian M.T Sinaga, Kawidian Putri Bayu Alam, Mariana Tampubolon, Nurwarrohman Andre Sasongko, dan Hizroh Rochmah Tulloh. Mereka berhasil membawa pulang silver medal setelah bersaing dengan 850 inventor dari 45 negara. Diantaranya Jerman, Hongkong, India, Iran, Iraq, Malaysia, Rusia dan masih banyak lainnya. Ajang tersebut, merupakan ajang tahunan oleh lembaga International Federation of Inventors Association (IFIA). Tak hanya itu, tim juga mendapatkan penghargaan khusus berupa special awards dari JSC NIIAS, Rusia.

“Prestasi ini semoga bisa menginspirasi mahasiswa Indonesia lainnya untuk mengembangkan ide dan temuannya. Untuk SADHeart sendiri harapannya dapat dikembangkan dan bisa bermanfaat untuk menurunkan angka kematian akibat serangan jantung,” ungkap Ketua Tim, Christian MT Sinaga saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (28/12).

Dia menjelaskan, sistem kerja alat adalah untuk mendeteksi kecepatan denyut jantung dan grafik EKG dari jantung. Keunggulan lainnya bisa digunakan kapanpun dan dimanapun alias portable yakni alat tersebut dihubungkan dengan pihak keluarga pemakai ke rumah sakit.

Mengingat angka kematian mendadak karena serangan jantung yang tinggi, menjadi alasan bagi Christian dan rekan-rekannya untuk menciptakan alat tersebut. Ia mengatakan, sasaran alat ini tentunya untuk setiap orang, baik yang sehat maupun yang memiliki riwayat jantung.

“Untuk orang yang telah menderita serangan jantung alat ini akan menjadi alarm pengingat ketika jantung dalam kondisi lemah, tidak stabil dan berpotensi terhadap kematian mendadak,” ujarnya.

Wakil Ketua Tim, Kawidian Putri Bayu Alam mengemukakan dengan adanya produk ciptaan ini diharapkan angka kesakitan dan kematian mendadak akibat serangan jantung berkurang. Masyarakat juga bisa mendapatkan edukasi terkait cara menjaga jantung agar tetap sehat, sebagai upaya preventif dan promotif dalam mencegah kematian akibat serangan jantung. (tsa/ric)