Tewas Tertimpa Bangunan Cagar Budaya

477
ROBOH: Warga membersihkan puing-puing gedung tua di Jalan Sleko RT 06 RW 11, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang roboh. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ROBOH: Warga membersihkan puing-puing gedung tua di Jalan Sleko RT 06 RW 11, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang roboh. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG- Bangunan tua di Jalan Sleko RT 06 RW 11, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara tiba-tiba ambruk, Sabtu (2/12) pagi kemarin. Akibatnya, Suparti, 60, yang tinggal seorang diri di rumah bedeng di dekat bangunan cagar budaya tersebut tewas tertimpa reruntuhan.

Menurut saksi mata di lokasi kejadian, Sunaryo, 55, peristiwa itu terjadi Sabtu (2/12) sekitar pukul 04.30. Ia sempat mendengar suara gemuruh bangunan runtuh ketika sedang kongkow di ujung gang dekat rumahnya.

“Awalnya dengar suara keras ‘bruk’, terus kabel listrik di sebelah situ korslet. Tadinya ya penasaran, kemudian saya kesitu lihat tembok bangunan itu roboh,” ungkapnya, Sabtu (2/12) kemarin.

Sunaryo juga menjelaskan, bangunan yang roboh tersebut menimpa sebuah bangunan semi permanen yang dihuni seorang warga bernama Suparti. Penghuni rumah yang sedang berada di dalam tidak sempat menyelamatkan diri hingga ikut tertimpa material bangunan dan meninggal dunia. “Orangnya meninggal, hanya satu orang,” katanya.

Warga lain, Damiyati, 56, mengaku, sebelumnya telah melihat beberapa batu bata bangunan tersebut jatuh dari atas sebelum mengalami roboh. Ia sempat berpikir akan ada sesuatu dari yang dilihatnya pada Jumat (1/12) sekitar pukul 12.00 tersebut.

“Saya sempat khawatir, karena batunya sudah mulai berjatuhan. Saya juga sudah bilang ke Mbah Suparti agar segera keluar dari rumahnya. Tapi kurang mendapat respons, ternyata benar, pagi-pagi ramai bangunan itu dikabarkan roboh,” bebernya.

Kapolsek Semarang Utara, Kompol Andis Arfan Tofani, mengatakan, bangunan kuno yang disebut gedung Syahbandar merupakan bangunan tua. Pihaknya juga menilai, bangunan yang sudah lapuk dimakan usia itu sangat membahayakan. “Kalau tinggalnya berdekatan ya sangat bahaya sekali, itu rawan runtuh,” ujarnya.

Terkait korban meninggal, Andis Arfan Tofani mengatakan pihak keluarga korban telah diberi kabar. Bahkan, pihak keluarga juga menolak jenazah dilakukan otopsi dan memilih dibawa pulang untuk dimakamkan.