IbM Undip Perkenalkan Aplikasi USBK

485
BIAR NGGAK GAPTEK: Tim IbM Undip dipimpin Aris Puji Widodo menyampaikan materi di hadapan guru-guru SMP Negeri 1 Adiwerna dan SMP Negeri 1 Slawi (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BIAR NGGAK GAPTEK: Tim IbM Undip dipimpin Aris Puji Widodo menyampaikan materi di hadapan guru-guru SMP Negeri 1 Adiwerna dan SMP Negeri 1 Slawi (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG– Tim Pengabdian Iptek bagi Masyarakat (IbM) Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, akan menggencarkan sosialisasi mengenai aplikasi Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) bagi guru dan siswa.

Kegiatan itu diketuai oleh Dr Aris Puji Widodo dan Dr Rahmat Gernowo sebagai anggota, kemudian didampingi tim teknis kegiatan Syarif Prasetyo. Kegiatan yang melibatkan SMP Negeri 1 Adiwerna dan SMP Negeri 1 Slawi, Kabupaten Tegal ini dibiayai oleh anggaran 2017 dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Ketua Tim IbM FSM Aris Puji Widodo mengatakan, kegiatan pengabdian tersebut merupakan langkah strategis untuk memberikan solusi  atas permasalahan yang dihadapi kebanyakan sekolah terkait UNBK.

Seperti lemahnya sistem pengarsipan bank soal yang dilakukan oleh guru, kurang efisien dan relatif lama dalam pemberian umpan balik hasil ujian yang disampaikan kepada siswa, lemahnya konsentrasi (kesiapan mental) siswa saat mengikuti UNBK, karena siswa jarang sekali atau bahkan tidak pernah sama sekali diberikan latihan UNBK.

“Dengan demikian siswa mengalami gagap teknologi dan berakibat hasil ujian yang dicapai nilainya kurang maksimal,” kata Aris Puji Widodo kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Rahmat Gernowo anggota IbM menambahkan, nantinya kontribusi dan manfaat yang diharapkan dengan kegiatan pengabdian ini diantaranya, bagi guru bisa memiliki arsip bank soal-soal ujian yang dapat dikelola secara terstruktur. Sedangkan bagi siswa, bisa sebagai latihan kesiapan mental dan mengatasi gagap teknologi pada saat siswa menghadapi UNBK.

“Kalau bagi sekolah dapat meningkatkan pelayanan proses belajar mengajar sekolah dengan menyelenggarakan ujian rutin kepada siswa di luar jam kegiatan pembelajaran kelas secara lebih terbuka,” imbuhnya. (jks/zal)