Beranda Semarang Raya Semarang Biayai Kuliah S2 dengan Ternak Kambing

Biayai Kuliah S2 dengan Ternak Kambing

0
Biayai Kuliah S2 dengan Ternak Kambing
MENGINSPIRASI : Muhammad Zainuddin melihat peternakan kambingnya dengan memakai toga. Dia bisa lulus kuliah S2 dari hasil beternak kambing (Istimewa).

SEMARANG – Universitas Semarang (USM) meluluskan sebanyak 1.556 mahasiswanya di auditorium IR Widjatmoko. Prosesi wisuda dilakukan selama tiga hari berturut mulai Senin (25/9) hingga Rabu (27/9). Salah seorang wisudawan lulus dari program Magister Hukum dengan menggunakan biaya sendiri melalui ternak kambing. Dia adalah Muhammad Zainuddin, putra dari pasangan Sutoyo dan Sri Masmidah asal Desa Banjaran, Kabupaten Jepara.

Dalam usahanya meraih gelar Magister Hukum, Zainuddin beternak kambing sejak tahun 2013. Pada tahun tersebut Zainuddin saat masih menempuh S-1 Ilmu Hukum, mengajukan beasiswa Bantuan Biaya Pendidikan-Peningkatan Prestasi Akademik (BBP-PPA) dan memperoleh dana sekitar Rp 4 juta. “Dari dana Rp 4 juta, sekitar Rp 1,2 jutanya saya belikan kambing betina untuk keperluan saya lanjut S-2,” ujarnya.

Zainuddin mengaku dalam masa perkuliahan S2, ia kembali mencoba mengajukan beasiswa yang ternyata lolos. Uangnya kemudian dipakai untuk membeli seekor kambing jantan yang dikawinkan untuk kemudian hasil ternaknya dijual sebagai biayanya menuntut ilmu. “Tahun 2017, saya bisa memiliki 17 kambing untuk biaya kuliah. Ada 13 kambing saya jual untuk kebutuhan S-2, sekarang hanya punya 4 ekor. Rencananya juga buat bekal lanjut S-3,” bebernya.

Ketua Yayasan Alumni Universitas Diponegoro Semarang, Joetata Hadihardaja mengatakan, mahasiswa maupun lulusan harus memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang usaha. “Saya mengapresiasi mahasiswa yang lulus pada wisuda ke 54 ini dan Muhammad Zainuddin yang berusaha dengan usahanya sendiri, saya salut,” paparnya.

Ia menegaskan kepada para wisudawan, tidak perlu khawatir dengan jumlah lulusan yang mencapai ribuan nantinya tidak mendapat pekerjaan. Sebab, mereka telah dibekali ilmu yang kelak bisa digunakannya sebagai modal bekerja maupun berwirausaha.

“Sebab, di Indonesia ini banyak sumber dayanya sebagai aset negara. Itu kalau yang mengelola punya pengetahuan. Kalau tidak kan justru jadi beban. Makanya lulusan tidak perlu takut, kalau tidak dapat kerja, ciptakan lapangan pekerjaan. Justru sangat membantu negara,” tegasnya. (tsa/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.