Kredit Bunga Terendah Diapresiasi Presiden

297
KREDIT LUNAK : Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menyerahkan secara simbolis kredit M25 kepada 30 warga Kabupaten Wonogiri belum lama ini. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KREDIT LUNAK : Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menyerahkan secara simbolis kredit M25 kepada 30 warga Kabupaten Wonogiri belum lama ini. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KREDIT LUNAK : Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menyerahkan secara simbolis kredit M25 kepada 30 warga Kabupaten Wonogiri belum lama ini. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KREDIT LUNAK : Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menyerahkan secara simbolis kredit M25 kepada 30 warga Kabupaten Wonogiri belum lama ini. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Gagasan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk memberikan kredit dengan bunga terendah lewat Bank Jateng mendapat apresiasi dari Presiden Joko Widodo. Apresiasi itu dinyatakan Jokowi ketika bertemu Ganjar dalam acara kunjungan Presiden ke Brebes, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Dia mengapresiasi kebijakan tersebut karena sebelumnya tidak pernah ada bank, baik BUMN maupun swasta yang berani mengucurkan kredit dengan bunga 7 persen dan 2 persen di Indonesia. ”(Presiden bertanya) kok bisa itu bagaimana, sedangkan bank-bank lain tidak bisa,” kata Ganjar kemarin.

Dijelaskan Ganjar, kredit bunga rendah di Bank Jateng bernama Mitra-25 (M25) dan Mitra-02 (M02). Kredit M25 diperuntukkan bagi UMKM yang sudah berjalan minimal 6 bulan. Nasabah bisa mengambil kredit maksimal Rp 25 juta berjangka maksimal tiga tahun dengan bunga 7 persen. Sedangkan M02 untuk permodalan awal pendirian UMKM dengan dana maksimal Rp 2 juta dan bunga 2 persen. Keduanya tidak mensyaratkan agunan dan tanpa biaya administrasi.

Kebijakan ini pun menarik perhatian pakar Ekonomi UKSW Salatiga, Eko Suseno Matrutty. Dia meyakini kredit mitra Bank Jateng mampu membuka lapangan kerja lebih banyak lagi. Kuncinya di konsistensi Bank Jateng selaku operator. ”Jika konsistensi dari program ini terjaga, maka sangat besar peluang untuk mengurangi jumlah pengangguran dan kemiskinan di Jawa Tengah,” tuturnya.