Utang PDAM Kota Rp 490 M Dihapus

333

BALAI KOTA – PDAM Tirta Moedal Kota Semarang mendapat angin segar dari pemerintah pusat. Di mana pemerintah pusat menghapuskan utang perusda penyedia air baku tersebut yang mencapai Rp 490 miliar.

Pj Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto mengatakan, penghapusan itu disampaikan langsung Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam rapat bersama para kepala daerah dan sejumlah menteri terkait di Jakarta.

”Kita diundang Wapres JK khusus untuk membahas tentang utang PDAM yang juga diikuti oleh kota/kabupaten lainnya. Diputuskan utang PDAM tidak perlu dipikirkan lagi dan pemerintah daerah diminta lebih fokus pada pelayanan,” terangnya.

Menurutnya, pemerintah pusat akan memberikan hibah kepada pemerintah daerah untuk menyelesaikan utang PDAM tersebut. Namun pemerintah daerah diminta bisa meningkatkan pelayanan air bersih ke masyarakat, termasuk utamanya meningkatkan sambungan baru kepada masyarakat yang belum terlayani air bersih. ”Pemerintah pusat menargetkan tahun ini ada 10 juta sambungan baru,” ujarnya.

Aturan mekanisme pemberian hibah tersebut, lebih lanjut akan diatur dalam regulasi Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan. Sementara pembangunan 10 juta sambungan baru tersebut, akan direalisasikan melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. ”Menteri PU dan PR akan menyediakan materialnya, seperti penyambungan, pipa, dan lain-lain. Sedangkan PDAM diwajibkan menyiapkan instalasinya ke rumah-rumah warga,” jelasnya.

Dengan penghapusan utang ini, Tavip berharap jajaran pimpinan PDAM Tirta Moedal Kota Semarang bisa meningkatkan pelayanan. Terutama memenuhi target sambungan baru yang di tahun ini sebanyak 15-20 ribu sambungan baru. Memperbaiki sarana dan prasarana, meminimalkan terjadinya komplain, dan meningkatkan kapasitas air baku dan lainnya.