PAN Advokasi Korban Pertambangan Liar

319

SEMARANG – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Tengah mendesak pemerintah untuk menjadikan Salim Kancil sebagai Pahlawan Tani. Pengorbanan Salim Kancil, aktivis anti tambang pasir yang tewas dibunuh juga harus menjadi momentum untuk memperbaiki regulasi terkait pertambangan.

Wakil Ketua DPW PAN Jateng Bidang Buruh Tani dan Nelayan Aris Septiono mengatakan Salim Kancil tewas karena melawan keberadaan penambangan pasir liar di desanya yang mengancam lahan pertanian milik warga desa. ”Sejak awal Salim menentang pertambangan liar karena merusak lahan pertanian yang menjadi sumber penghasilan warga di Desa Selok Awar-Awar, Lumajang, Jawa Timur,” katanya. Karenanya dia berpendapat Salim Kancil layak diberi predikat Pahlawan Tani.

Selain itu, dia juga mendesak pemerintah menjadikan kejadian ini sebagai momentum perbaikan sistem dan regulasi yangg mengatur pertambangan dan pertanian. Aris berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali. ”Kami meminta gubernur dan bupati/wali kota menegakkan aturan dengan tegas. Ketika ada tambang yang tidak berizin, harus ditindak tegas,” ujarnya.

Menurutnya pengalihan wewenang izin usaha pertambangan dari kabupaten/kota ke provinsi merupakan hal yang bagus. Namun dia meminta regulasi yang sudah bagus tersebut diimbangi dengan penerapan yang tegas dan tidak pandang bulu. ”Kami sekaligus menuntut kepedulian pemerintah terhadap lingkungan hidup,” paparnya.

Selain itu, DPW PAN Jateng juga siap membantu advokasi bagi warga yang dirugikan dengan adanya pertambangan liar. Jika ada pertambangan liar yang merusak lingkungan, pihaknya siap menerima laporan dari masyarakat maupun LSM. ”Silakan dilaporkan ke kami, DPW siap membantu. Kami memiliki lembaga advokasi PAN yang siap memberikan pembelaan,” tandasnya.

Salim Kancil sendiri tewas karena dianiaya para pendukung tambang pasir liar yang dijalankan Kades Selok Awar-Awar Lumajang, Jatim. Selain Salim, aktivis anti tambang lainnya, Tosan luka parah karena dianiaya para pelaku. Saat ini kasus pembunuhan dan praktik pertambangan liar tersebut sedang ditangani Polda Jatim. (ric/ce1)