Pamit Besuk Rekannya, 9 Hari Tak Pulang

299
Ratih Desi Meilana. (ist)
Ratih Desi Meilana. (ist)

SEMARANG – Djoko Sulistyo, 41, warga Genuk Karanglo RT 07 RW 01, Tegalsari, Candisari, Kota Semarang, tak kuasa menyembunyikaan rasa cemasnya. Pasalnya sang putri tercinta sudah sembilan hari tak pulang ke rumah. Padahal gadis bernama Ratih Desi Meilana, 16, mulanya hanya izin pergi ke RSUP dr Kariadi untuk menjenguk rekannya.

Djoko yang terus diliputi rasa cemas akhirnya mendatangi Mapolrestabes Semarang untuk melaporkan hilangnya Ratih, Rabu (29/7) siang. Kepada petugas, Djoko menuturkan awal mula hilangnya gadis berbadan sedang dengan tinggi badan 165 cm dan berat badan 45 kg, kulit sawo matang, serta rambut hitam kriting panjang.

”Pada hari Selasa (21/7), sekitar pukul 19.00, anak saya pamit mau ke RSUP dr Kariadi. Katanya mau jenguk teman. Terakhir terlihat ya malam itu,” ujar Djoko kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Rabu (29/7).

Djoko memaparkan, malam itu Ratih pergi ke luar rumah dengan mengenakan hem warna putih, celana panjang jeans warna biru, dan memakai sepatu sandal warna pink. Selain itu, Ratih juga membawa tas cangklong warna merah hitam.

Meski terlihat biasa, tapi naluri orang tuanya menyatakan ada sedikit keanehan. Terlebih saat Ratih berjalan dari rumahnya di Genuk Karanglo menuju ke sekitar Taman Makam Pahlawan. Di tempat tersebut, Ratih bertemu dengan seorang pria. ”Itu yang tahu adiknya. Malam itu adik laki-lakinya sempat mengikuti sampai dekat makam Pahlawan. Di sana Ratih terlihat membonceng seorang pria mengendarai sepeda motor Vespa tanpa pelat nomor,” terang Djoko.

Sejak pergi berboncengan dengan pria Vespa tersebut, Ratih sampai saat ini belum juga pulang. Gadis 16 tahun tersebut juga tidak memberikan kabar. ”Awalnya saya pikir main dan langsung pulang. Tapi sampai sekarang belum pulang juga. Saya takut terjadi apa-apa dengannya, apalagi dia anak perempuan,” ungkapnya cemas.

Kini, hilangnya Ratih telah resmi dilaporkan ke Mapolrestabes Semarang. Pihak kepolisian yang menerima laporan tersebut hingga kini masih melakukan penyelidikan. Selain itu, pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui orang dengan ciri-ciri tersebut harap melapor ke kantor polisi terdekat atau ke Mapolrestabes Semarang. (har/jppn/zal/ce1)