Finishing Jalan Tembus Rp 11 M

267
FINISHING: Petugas Dinas Bina Marga Kota Semarang saat memantau kondisi jalan tembus Kartini-Gajah, sebelum proses pengaspalan dilakukan. (Adityo Dwi/Radar Semarang)
FINISHING: Petugas Dinas Bina Marga Kota Semarang saat memantau kondisi jalan tembus Kartini-Gajah, sebelum proses pengaspalan dilakukan. (Adityo Dwi/Radar Semarang)
FINISHING: Petugas Dinas Bina Marga Kota Semarang saat memantau kondisi jalan tembus Kartini-Gajah, sebelum proses pengaspalan dilakukan. (Adityo Dwi/Radar Semarang)

BALAI KOTA – Pembangunan jalan tembus Kartini-Gajah segera dilanjutkan. Untuk tahap penyelesaian, Dinas Bina Marga Kota Semarang telah menganggarkan dana sebesar Rp 11 miliar. Saat dalam proses persiapan lelang di unit layanan pengadaan (ULP).

Kepala Dinas Bina Marga Kota Semarang Iswar Aminnudin mengatakan, pembangunan jalan tembus ini memang sempat tertunda beberapa tahun. Namun mulai tahun anggaran 2014, pembebasan lahan hingga pengerasan bagian atas serta pembuatan saluran telah dikerjakan. Tahun ini adalah penyelesaian, dengan melakukan pengaspalan, pavingisasi trotoar di kanan kiri jalan, serta penambahan boks culvert. ”Khusus untuk pemasangan boks culvert akan dipasang di Jalan Onta dengan panjang 50 meter lebar 8,5 meter,” terangnya.

Iswar memastikan jika seluruh proses pembayaran ganti rugi sudah rampung. Dengan demikian, proyek fisik sudah dapat dilaksanakan oleh kontraktor pemenang tender nantinya. Diharapkan proses lelang dan pelaksanaan pengerjaan sesuai dengan schedule. Jika semua rencana on schedule, lanjut Iswar, maka tahun 2015 ini proyek jalan tembus tuntas dan jalur bisa dilalui pengendara dengan nyaman. Sehingga arus lalu lintas di kawasan Jalan Majaphit bisa terpecah.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Kadarlusman, berharap proses penyelesaian jalan tembus ini sesuai target. Pasalnya, warga di sekitar sudah cukup lama mendambakan adanya jalan tembus antara Kartini hingga Gajah. Selain itu memang berfungsi untuk memecah kepadatan arus lalu lintas di Jalan Majapahit. ”Kami berharap pengerjaannya sungguh-sungguh, jangan asal-asalan. Kontraktor tetap harus memperhatikan spesifikasi yang dipersyaratkan,” ujar anggota Fraksi PDIP itu.

Sementara itu pantauan di lapangan, jalan tembus yang menghubungkan Jalan Kartini dengan Jalan Gajah sepanjang sekitar 750 meter tersebut, sudah banyak dilalui para pengendara, meski kondisinya belum diaspal. Volume kendaraan yang melintas di Jalan Majapahit pun sedikit terkurangi. Saat jam-jam sibuk kepadatan kendaraan sudah tidak terlihat seperti bisanya karena arus kendaraan sudah terpecah. (zal/ce1)