Beranda Semarang Raya Semarang Bakar Topeng Wajah Tony Abbott

Bakar Topeng Wajah Tony Abbott

0
Bakar Topeng Wajah Tony Abbott
PROTES: Seorang peserta demo mengenakan topeng wajah Perdana Menteri Australia Tony Abbott. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
PROTES: Seorang peserta demo mengenakan topeng wajah Perdana Menteri Australia Tony Abbott. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
PROTES: Seorang peserta demo mengenakan topeng wajah Perdana Menteri Australia Tony Abbott. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEKAYU – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Aceh Semarang (IPAS), Rabu (25/2) kemarin, menggelar aksi unjuk rasa menentang sikap Perdana Menteri Australia Tony Abbott yang beberapa waktu lalu sempat menyinggung bantuan korban tsunami Aceh. Mereka menilai pernyataan Tony Abbott tersebut secara tidak langsung mempermalukan posisi Australia di mata dunia. Sebab, hal tersebut tidak pantas diucapkan oleh seseorang Perdana Menteri.

”Sama halnya mempermalukan Australia sendiri. Kita mengutuk keras pernyataan Tony Abbott tersebut. Mereka (Australia) pikir Indonesia itu apa? Kita sebagai warga negara Indonesia sangat menyayangkan pernyataan Tony,” ujar koordinator aksi, Mujiburahman kepada Radar Semarang.

Aksi yang digelar di kawasan Tugu Muda sekitar pukul 13.00 tersebut sempat membuat arus lalu lintas tersendat. Sebab, aksi massa IPAS dilakukan di zebra cross saat banyak kendaraan melintas. Meski begitu, aksi tetap berjalan secara damai.
Mahasiswa pascasarjana jurusan sejarah Universitas Diponegoro (Undip) itu mengatakan, jika Tony Abbott tidak segera meminta maaf dan mencabut pernyataannya itu, pihaknya mengancam akan menggelar aksi susulan.

”Kita sebagai masyarakat Aceh yang ada di Kota Semarang akan melakukan aksi susulan jika Tony tidak segera meminta maaf kepada seluruh masyarakat Aceh. Karena pernyataannya telah melukai masyarakat Indonesia, khususnya warga Aceh yang menjadi korban tsunami,” katanya.

Selain membentangkan MMT bertuliskan kecaman terhadap Tony Abbott, massa IPAS juga berdandan layaknya korban tsunami dengan mencoreng-coreng muka seperti mayat dan melakukan aksi teatrikal.

Gusria Yuana berharap pemerintah Indonesia tidak terpengaruh terhadap pernyataan Perdana Menteri Australia tersebut. Ia mendesak pemerintah tetap mengeksekusi mati dua terpidana Bali Nine. ”Pemerintah Indonesia harus tetap bersikap tegas. Jika ada warga Australia yang melakukan tindak kriminal di tanah air, harus ditindak tegas,” ujar mahasiswa Fakultas Kedokteran Undip itu.

Dalam aksinya kemarin, massa IPAS sempat membakar topeng wajah Perdana Menteri Australia, dan dua terpidana kasus peredaran narkotika Bali Nine. Aksi tersebut sebagai bentuk protes terkait pernyataan Tony Abbott beberapa waktu lalu. (ewb/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.