Beranda Semarang Raya Semarang Rina Iriana Divonis 6 Tahun Penjara

Rina Iriana Divonis 6 Tahun Penjara

0
Rina Iriana Divonis 6 Tahun Penjara
VONIS PENJARA : Mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani divonis hukuman penjara enam tahun atas kasus pembangunan Perumahan GLA dalam sidang putusan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (17/2) kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
VONIS PENJARA : Mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani divonis hukuman penjara enam tahun atas kasus pembangunan Perumahan GLA dalam sidang putusan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (17/2) kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
VONIS PENJARA : Mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani divonis hukuman penjara enam tahun atas kasus pembangunan Perumahan GLA dalam sidang putusan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (17/2) kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

MANYARAN – Mantan Bupati Karanganyar dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dan pencucian uang atas kasus pembangunan perumahan Griya Lawu Asri (GLA) dalam sidang putusan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (17/2). Rina Iriani diputuskan bersalah dan dipidana penjara selama 6 tahun.

Sidang yang berlangsung dari pukul 11.20 hingga 13.26 WIB itu, membuat Rina kecewa atas putusan hakim, sehingga ia bersama Penasihat Hukum (PH)-nya akan melakukan banding. Sidang tersebut dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) sejumlah 4 orang dan PH sebanyak 7 orang.

Sebelum pembacaan putusan majelis hakim, Ketua Tim PH, terdakwa Rina Iriani, yaitu OC. Kaligis melakukan permohonan pengalihan tahanan yang disampaikan secara lisan dan tertulis kepada majelis hakim. Dia meminta agar penahanan terhadap Rina dialihkan menjadi tahanan kota. ”Sebelum sidang dimulai, kami mengajukan pengalihan penahanan yang mulia. Kami beralasan, seperti kasus Mantan Bupati Kendal Siti Nurmarkesi yang tidak dilakukan penahanan meski sudah diputus, maka kami mohon agar menjadi pertimbangan yang Mulia,” kata OC. Kaligis

Dalam sidang putusan tersebut, majelis hakim yang diketuai Dwiarso Budi Santiarto, menyatakan Rina terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). ”Menjatuhkan kepada terdakwa, pidana penjara selama 6 tahun dan denda sebesar Rp 500 juta subsider tiga bulan. Serta mewajibkan kepada terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp 7,873 miliar,” kata ketua majelis hakim Dwiarso Budi Santiarto didampingi hakim anggota Gatot Susanto dan Kalimatul Jumro dalam amar putusannya.

Atas putusan tersebut, Rina menyatakan bahwa dirinya adalah korban kriminalisasi. Pasalnya, pelaku korupsi sebenarnya adalah mantan suaminya yaitu Toni Iwan Haryono. Namun, dalam kasus ini Toni hanya divonis selama tiga tahun saja. ”Saya adalah korban kriminalisasi. Kenapa saya dan anak-anak saya yang dijerat. Aneh sekali. Toni yang menikmati uangnya justru hanya divonis 3 tahun. Demi Allah, saya tidak pernah melakukan dan tidak tahu masalah ini,” kata Rina usai sidang.

Oleh karenanya, Rina mengatakan, dirinya akan mengajukan banding atas putusan tersebut. Bahkan, dirinya bertekad akan menempuh peninjauan kembali (PK) jika masih gagal dalam upaya bandingnya nanti. ”Saya akan berjuang terus, makanya saya banding. Sampai PK pun akan saya perjuangkan. Ini ibu saya, tahu betul siapa saya. Saya bukan penjahat,” jelasnya sembari menggandeng ibunya keluar dari ruang sidang. Sementara itu, PH terdakwa, OC. Kaligis mengatakan, akan melakukan banding karena ia menganggap proses hukum kasus itu adalah bentuk diskriminasi. (mg21/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.