Beranda Semarang Raya Semarang Tetap Fokus Bekerja di Sisa Masa Kerja

Tetap Fokus Bekerja di Sisa Masa Kerja

0

DPRD Kota Hasilkan 72 Perda

SEMARANG – Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 telah usai. KPU baik di pusat maupun di daerah sudah menetapkan Calon Legislatif (Caleg) terpilih untuk DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota periode 2014-2019 mendatang. Meski demikian seluruh anggota DPRD Kota Semarang periode 2009-2014 tetap fokus bekerja melaksanakan tugas seperti biasa. Padahal seperti telah diketahui, tidak semua anggota DPRD lama yang terpilih kembali di periode 2014-2019.
Sesuai ketentuan, ada tiga tugas pokok dan fungsi DPRD, pengawasan, budgeting (anggaran) dan fungsi legislasi. Fungsi yang terakhir ini terus dilaksanakan hingga akhir masa jabatan pada pertengahan Agustus mendatang. Hal ini terbukti dengan tugas menyusun dan membahas rancanangan peraturan daerah (raperda). Selama lima tahun mengabdi, DPRD Kota Semarang telah menghasilkan 72 peraturan daerah atau Perda. Perda ini sudah berlaku semua dan membawa manfaat bagi perkembangan Kota Semarang. Sebagian perda yang disusun, merupakan perda inisiatif dari DPRD. “Saat ini kami juga masih membahas sejumlah raperda, diharapkan bisa tuntas hingga akhir masa sidang II. Kami tetap melaksanakan tugas dengan baik hingga masa jabatan berakhir. Tugas yang dilaksanakan juga sudah sesuai dengan rencana kerja atau renja yang telah disusun beberapa waktu lalu,” kata Ketua DPRD Kota Semarang Wiwin Subiyono, Jumat (27/6).
Menurut dia, banyak tugas kedewanan yang harus diselesaikan. Dia menambahkan, tidak ada kamus kecewa bagi anggota DPRD Kota Semarang periode 2009-2014 yang tak terpilih kembali. “Kami tidak mengenal kata kecewa, kemudian enggan melaksanakan tugas sebagai anggota dewan. Semua anggota sudah melaksanakan sesuai dengan tugas dan pokok fungsinya,” katanya.
Dia mengakui, banyak keluhan mengenai pelaksanaan Pemilu tahun 2014 ini, namun hasilnya harus diterima. Ada jalur yang bisa ditempuh bagi yang merasa dicurangi atau tercurangi. Sekarang ini, tambah dia, saatnya menatap ke depan dan pembuktian bagi para caleg terpilih. Buktikan pula bahwa mereka memang mampu menjalankan tugas sesuai dengan harapan dan keinginan rakyat. 
Meski belum dilantik, para caleg terpilih juga diharapkan bisa memahami tugas dan dan fungsinya menjadi legislator. Jangan sampai setelah dilantik, mereka masih tidak paham dan bingung dengan  tugas-tugas kedewanan. “Kami tetap fokus dalam menuntaskan kinerja sebagai dewan hingga berakhir priode,” katanya.
Sementara Ketua Badan Legislasi DPRD Kota Semarang Imam Marjuki menegaskan, ada beberapa tugas pokok dan fungsi legislatif. Pertama adalah bersama-sama Kepala Daerah untuk mempersiapkan serta merumuskan rencana Agenda Prolegda atau rencana penyusunan peraturan daerah yang akan dibahas. 
Tidak hanya menyusun Prolegda, tetapi juga bagaimana mensingkronisasi dan mengharmonisasi berbagai macam Peraturan Daerah yang pernah ada dan berlaku di Kota Semarang. 
“Selain itu Badan Legislasi Daerah juga harus selalu menginventarisasi dan mengevaluasi sampai sejauh mana efektivitasnya itu berlaku di satu daerah,” tegasnya.
Imam Marjuki menyatakan, mulai pekan ini dewan telah masuk Program Legislasi Daerah (Prolegda) masa sidang II. “Dewan telah menuntaskan separuh prolegda. Sekarang faktanya sudah ada 72 perda yang dituntaskan selama lima tahun pengabdian kami. Sisanya ada beberapa raperda lagi yang akan kami bahas sampai akhir Agustus tahun ini,” jelasnya.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Wachid Nurmiyanto menyampaikan, di sisa waktu masa jabatan DPRD 2009-2014 pihaknya akan menyelesaikan kewajiban yang masih belum tuntas. Sedangkan ke depan, untuk menjawab tantangan-tantangan yang akan dihadapi anggota dewan, dibutuhkan hubungan komunikasi yang baik antara eksekutif, legislatif dan masyarakat. “Komunikasi yang baik harus dibangun bersama. Agar masyarakat paham bahwa dalam kebijakan yang dihasilkan ada peran legislatif,” tegasnya.(HMS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.