Wisuda 933 Orang, Ingatkan Keterampilan 4K

IAIN Salatiga Telah Luluskan 13.125 Orang

137
PERSIAPAN : Gladi resik wisuda di kampus 3 IAIN Salatiga Jumat siang (18/10) kemarin. Dekan Fakultas Ushuludin Adab dan Humaniora, Beny Ridwan sedang memindahkan kuncir toga calon winisuda. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERSIAPAN : Gladi resik wisuda di kampus 3 IAIN Salatiga Jumat siang (18/10) kemarin. Dekan Fakultas Ushuludin Adab dan Humaniora, Beny Ridwan sedang memindahkan kuncir toga calon winisuda. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA–Ratusan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, Sabtu pagi (19/10) ini, diwisuda. Ini merupakan wisuda ke-10 IAIN Salatiga. Sejak statusnya masih sebagai Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo di Salatiga, hingga kini sudah mewisuda sebanyak 13.125 orang.

Ketua Panitia Wisuda, Prof Zaerozi menuturkan sebanyak 933 winisuda terdapat 26 persen atau 242 laki-laki, dan 64 persen atau 691 perempuan. “Wisudawan terdekat berasal dari Salatiga dan terjauh berasal dari Thailand,” jelas Prof Zaerozi.

Rektor IAIN Salatiga, Prof Zakiyuddin dalam sambutannya menuturkan bahwa wisuda adalah hasil dari sebuah proses panjang. Sekitar 2–4 tahun masa studi bagi program diploma, 3,5–5 tahun masa studi bagi sarjana strata satu dan 2–4 tahun bagi sarjana setingkat magister.

“Tentu bukan perjalanan yang mudah. Suka duka adalah hal biasa. Lika-liku dalam jibaku menuntut ilmu adalah laku yang niscaya. Namun harus yakin bahwa perjalanan itu adalah suatu keniscayaan dalam pengembaraan menuju kesuksesan dan kegemilangan di masa depan,” terang rektor kedua IAIN Salatiga ini.

Zakiyuddin yakin jika di antara para wisudawan adalah para punggawa dan ksatria pelopor, pelangsung dan penyempurna keadilan dan kemakmuran bangsa dan negara di masa depan. Di pundak mereka, akan diamanahkan estafet kelangsungan umat dan bangsa ini.

Dia memaparkan jika tanggung jawab lembaga pendidikan, terlebih lembaga pendidikan Islam semacam IAIN Salatiga untuk mempersiapkan, mendidik, memproses peserta didik-mahasiswa untuk memiliki kemampuan merespon masa kini dan mengantisipasi masa depan.

“Maka, kami sudah, sedang, dan akan terus berupaya dengan sepenuh kemampuan untuk membekali para mahasiswa guna menguasai empat keterampilan era milenial yang tidak dapat terelakkan. Keterampilan itu disingkat dengan 4K, yakni kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif,” terang dia.

Berpikir kritis mendorong mahasiswa lebih responsif terhadap segala situasi dan kondisi lingkungan yang dihadapi. Kreatif dalam menciptakan terobosan-terobosan baru yang sangat dibutuhkan dalam dinamika kehidupan dan dunia kerja yang tidak lagi linear.

Kolaboratif merupakan keterampilan membangun jejaring dan kerjasama dengan berbagai pihak dan kalangan untuk merajut sinergi yang dibutuhkan dalam memecahkan berbagai persoalan. “Komunikatif adalah kemampuan membangun hubungan intra dan antarpersonal dalam dunia yang terus berubah,” jelas dia.

Sementara itu, 933 wisudawan berasal dari program Pascasarjana Strata 2 sebanyak 50 orang yang terdiri atas S2 Pendidikan Agama Islam (PAI) 23 orang; S2 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 23 orang dan S2 Ekonomi Syariah 4 orang.

Sementara untuk program sarjana strata 1 sebanyak 823 orang yang terdiri atas Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) sebanyak 513 orang yang berasal dari S1 Pendidikan Agama Islam (197 orang); S1 Pendidikan Bahasa Arab (24 orang); S1 Tadris Bahasa Inggris (109 orang); S1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (112 orang); S1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini (14 orang); S1 Program Studi Tadris IPA (33 orang); dan S1 Tadris Matematika (24 orang).

Fakultas Syariah meluluskan 73 mahasiswa yang berasal dari Fakultas Syariah sebanyak 73 orang; S1 Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) 23 orang; S1 Hukum Ekonomi Syariah (Mu`amalah) 48 orang; dan S1 Hukum Tata Negara (Siyasah Syar`iyyah) sebanyak 2 orang.

Sementara Fakultas Dakwah meluluskan 37 orang mahasiswa dari prodi S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam. Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora meluluskan 35 mahasiswa yang berasal dari S1 Sejarah Pradaban Islam (10 orang); S1 Ilmu Alquran dan Tafsir (10 orang); S1 Ilmu Hadis (8 orang); S1 Bahasa dan Sastra Arab (5 orang) serta S1 Aqidah dan Filsafat Islam (2 orang). Kemudian Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam meluluskan 165 orang yang berasal dari S1 Perbankan Syariah 137 mahasiswa dan S1 Ekonomi Syariah 28 mahasiswa. Selain itu, ada 60 mahasiswa dari Program Diploma 3 yang berasal dari jurusan D3 Perbankan Syariah. (sas/ida)