Supervisi KTR, Tekan Perokok Pemula

62
AUDIENSI: Direktorat Pencegahan Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI saat audiensi tentang implementasi program KTR bersama Wali Kota Yuliyanto.(ISTIMEWA)
AUDIENSI: Direktorat Pencegahan Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI saat audiensi tentang implementasi program KTR bersama Wali Kota Yuliyanto.(ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Saat ini telah terjadi peningkatan prevalensi perokok usia kurang dari 18 tahun sebesar 9,1 persen. Padahal target RPJM pada tahun 2019 ini adalah 5,4 persen. Dengan demikian ada peningkatan hampir 2x lipat dari target yang telah ditentukan.

Hal itu diungkapkan dr. Aris dari Direktorat Pencegahan Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI saat audiensi tentang implementasi program KTR di Kota Salatiga bersama MTCC-UMY dan Kementerian Kesehatan RI.

Menurutnya, pihaknya sangat mengapresiasi terhadap apa yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Salatiga. Meski demikian, dr Aris meminta agar dapat Dinas Kesehatan dapat merengkuh berbagai aspek, mengingat saat ini merupakan darurat merokok untuk generasi muda.

“Kita harus berupaya mengendalikan peredaran rokok bagi generasi muda, karena dari tiga orang usia 15 tahun ke atas (dewasa) salah satunya adalah perokok. Ini merupakan contoh yang buruk untuk generasi muda,” papar Aris.

Salah satu caranya adalah dengan mengupayakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yakni memberikan ruang yang terbatas bagi para perokok untuk tidak menghisap rokok sembarangan. Bukan berarti melarang, tapi menghentikan kebiasaan merokok di depan orang yang tidak merokok.

Upaya pembatasan ruang bagi perokok, menurut Aris bertujuan untuk melindungi orang yang tidak merokok dari penyakit akibat rokok. Sebab, rokok dinilai dapat menyebabkan kematian dini akibat penyakit jantung, stroke, gagal ginjal kronis dan kanker.

Berbagai upaya dilakukan oleh Indonesia dalam menyelesaikan masalah berkaitan dengan tembakau, meskipun saat ini Indonesia belum mengakses ratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC).