Mahasiswi UKSW Sabet Gelar Duta Genre Jateng

291
LUWES: Pingkan Saktiani Pinatis sukses mengharumkan nama Salatiga di ajang Duta Wisata Jawa Tengah.(ISTIMEWA)
LUWES: Pingkan Saktiani Pinatis sukses mengharumkan nama Salatiga di ajang Duta Wisata Jawa Tengah.(ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Pingkan Saktiani Pinatis, mahasiswi Fakultas Teologi Univeristas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali mengharumkan nama Kota Salatiga di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Setelah sebelumnya mewakili Salatiga diajang Duta Wisata Jawa Tengah hingga meraih predikat Mbak Kepribadian 2019, kali ini Pingkan sukses menyabet gelar Juara I Duta Generasi Berencana (Genre) Jawa Tengah 2019.

Dalam lomba yang digelar oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jateng di Grand Arkenso Parkview Hotel Semarang pada 30 Juli – 1 Agustus 2019, Pingkan berhasil meyakinkan juri setelah melalui sejumlah proses seleksi seperti tanya jawab dan orasi poster.

Dijelaskan Pingkan, Duta Genre adalah program pemerintah yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa di kalangan generasi muda. Program ini berfungsi sebagai wadah untuk mengembangkan karakter bangsa dengan mengajarkan remaja untuk menjauhi pernikahan dini, seks pra nikah serta narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (napza) agar menjadi remaja tangguh dan dapat berkontribusi dalam pembangunan serta berguna bagi nusa dan bangsa.

Dalam proses seleksi, Pingkan diwajibkan mempresentasikan poster dari berbagai kegiatan yang sebelumnya telah dilakukan di tingkat kota. Peraih juara III Salatiga Model Hunt tahun 2016 ini menyebut dirinya fokus mengkampanyekan mengenai dampak pernikahan usia muda.

Berdasarkan data yang diperolehnya dari BKKBN, Pingkan melihat bahwa lebih dari dua puluh dua ribu remaja menikah di usia 10-14 tahun. Data tersebut menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat ke tujuh di dunia dan ke dua di Asia untuk angka pernikahan dini tertinggi.

“Generasi muda perlu tahu bahwa kasus pernikahan dini harus dihentikan. Sebab dampak yang ditimbulkan menjurus pada kerugian sangat besar seperti kehamilan tidak diinginkan, gangguan reproduksi, kematian ibu, pengasuhan anak, finansial, hingga hilangnya masa depan. Penanggulangan terhadap kasus ini juga perlu diupayakan oleh banyak pihak,” imbuhnya.

Sejumlah cara telah dilakukan Pingkan bersama dengan tim Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Salatiga melalui sosialisasi dan kampanye ke masyarakat, tokoh agama dan pemerintah. Sosialisasi dilakukan kepada teman-teman sebaya dalam berbagai momen seperti saat jeda waktu perkuliahan. (sas/bas)