Banjir, Lele Siap Panen Ludes

376

SPABELAN—Akibat hujan deras yang mengguyur Desa Macanan, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, kolam sejumlah petani ikan lele diterjang banjir. Akibatnya, sejumlah kolam yang ikannya siap panen, habis terbawa banjir. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Berdasarkan informasi warga di lokasi kejadian kemarin (5/6), ada puluhan kolam warga yang terendam banjir. Beberapa di antaranya siap panen. Bahkan akibat banjir, warung di pinggir sungai juga ikut hanyut terbawa arus Sungai Macanan. Diperkirakan tinggi luapan sungai mencapai perut orang dewasa.

Sabil, 34, pemilik salah satu kolam lele mengatakan banjir terjadi pada tengah malam. Dirinya belum sempat memeriksa kolam miliknya, dikira masih aman. Saat akan panen kemarin (5/6), baru sadar jika dari 12 ribu bibit yang ditanam selama 4 bulan, tinggal 80 kg. Dengan jumah perkilonya 8-9 ekor. “Saya baru menyadari saat akan panen pasca banjir kemarin. Bahkan untuk balik modal bibitpun belum cukup,” ungkapnya.

Ditambahkan dia, biaya untuk pemeliharaan ikan lele dari bibit sampai panen mencapai puluhan juta rupiah. Tapi mau bagaimana lagi. Sudah terjadi. Yang penting para petani ikan tidak putus asa lantaran rugi. “Untuk sementara waktu, saya sendiri berhenti memelihara ikan dulu. Sampai kondisi cuaca tidak ekstrim seperti beberapa waktu yang lalu,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Sukadi, 57, warga Macanan. Beruntung warga dengan penuh kesadaran melakukan gotong royong ikut membangun kembali warung milik warga tersebut. “Memang hujan cukup deras, sampai kendaraan sementara waktu tidak dapat melintas,” jelasnya.
Sementara itu, menjelang Ramadan, harga ikan lele mengalami kenaikan. Harga dari petani yang sebelumnya Rp 15 ribu mengalami kenaikan mencapai Rp 17 ribu. Sedangkan harga di pasar Kabupaten Semarang dan Salatiga bervariasi. Rata-rata berkisar antara Rp 22 ribu sampai Rp 23 ribu perkilonya. (abd/ida)