Puluhan Perlintasan KA Rawan Laka

113
DIBANGUN: Palang pintu perlintasan KA di ruas jalan Sunan Ampel di Desa Banyurip, Kecamatan Ngampel yang baru selesai dibangun. (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIBANGUN: Palang pintu perlintasan KA di ruas jalan Sunan Ampel di Desa Banyurip, Kecamatan Ngampel yang baru selesai dibangun. (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Dari 41 perlintasan Kereta Api (KA) sebidang di Kendal, baru 14 yang sudah berpalang pintu. Sisanya, masih ada 27 perlintasan rel KA yang belum berpalang dan belum ada penjaganya.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kendal, Suharjo. Ia mengatakan tahun ini pihaknya hanya menganggarkan satu palang pintu. Yakni palang pintu perlintasan api di ruas jalan Sunan Ampel di Desa Banyurip, Kecamatan Ngampel. “Saat ini masih proses pembangunan,” katanya.

Suharjo mengatakan pemasangan itu dikarenakan ruas jalan tersebut masuk dalam daftar prioritas pembangunan palang pintu perlintasan KA. Sebabm ruas jalan tersebut merupakan ruas jalan utama penghubung Kecamatan Kota Kendal dengan Kecamatan Ngampel.

Sehingga setiap hari banyak dilintasi warga karena akses utama untuk menuju Ngampel maupun ke warga Ngampel yang akan ke Kendal. “Tahun ini kami hanya membangun satu menggunakan APBD kendal,” jelasnya.

2020, rencananya masih akan ada penambangan pembangunan palang pintu. Yakni dengan mengajukan dana bantuan pemerintah provinsi (Banprov). Namun pihknya belum tahu, akan disetujui berapa oleh pemerintah provinsi.

Pembangunan palang pintu perlintasan kereta api di ruas jalan itu memakan anggaran sebesar 670 juta. Anggaran tersebut cukup banyak sedangkan saat ini Kendal masih fokus untuk perbaikan infrastruktur jalan.

“Kami tidak hanya membangun palang pintu saja. Tapi juga harus menyediakan tenaga penjaganya. Total pegawai Dishub yang menjaga palang pintu ada 25 orang tersebar di 6 perlintasan kereta api,” tuturnya

Ia mengatakan bahwa saat ini di Kabupaten Kendal masih banyak perlintasan kereta api yang belum berpalang pintu. Namun ada beberapa perlintasan kereta api yang dijaga secara swadaya dari masyarakat. (bud/bas)