Begini Reaksi Kakek Korban Penganiyaan saat Cucunya Ditangkap Polisi

137
DIPOLISIKAN: Yusminardi (tiga dari kiri) digelandang ke Polsek Limbangan akibat kasus penganiayaan kakeknya Wasidi. (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIPOLISIKAN: Yusminardi (tiga dari kiri) digelandang ke Polsek Limbangan akibat kasus penganiayaan kakeknya Wasidi. (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Seorang kakek, dianiaya oleh cucunya dengan cara ditendangi secara bertubi-tubi. Perlakuan tak mengenakkan dilakukan Yusminardi, 22 kepada Wasidi, 65 kakeknya sekaligus yang telah merawatnya sejak kecil hingga dewasa ini.

Aksi penganiayaan cucu kepada sang kakek ini bahkan menjadi viral setelah video penganiayaan itu tersebar luas di media sosial. Dalam video berdurasi lebih kurang 30 detik itu, terlihat aksi penganiayaan dilakukan di sebuah rumah. Pelaku nampak marah dan beberapa kali menendang korbannya yang sudah terkapar.

Kamis kemarin, pelaku Yusminardi diamankan oleh Polisi. Ironisnya, bukannya terlihat lega tapi sang Kakek Wasidi justru malah menangis. Wasidi mengaku tidak tega, melihat cucu yang telah ia rawat seperti anaknya sendiri diborgol tangannya dan digeladang oleh aparat yang berwajib.

Wasidi sempat menangis dan memeluk cucunya dibawa ke Unit Penanganan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kendal. Sang kakek meminta agar cucunya tidak dibawa karena sudah mengikhlaskan dan memaafkan.

Ya, Yusminardi telah ia rawat sejak umur 10 bulan hingga sekarang. Sejak kecil pelaku dirawat orang Wasidi karena keduanya orang tuanya pisah cerai. Sementara sang ayah sudah tidak pernah mengurusnya.

Aksi penganiayaan terjadi Minggu (17/11) lalu, tapi videonya mulai tersebar Rabu (20/11) malam. Polisi bertindak cepat, Kamis (21/11) pagi pelaku dan korban diamankan di mapolsek limbangan untuk dimintai keterangan. Dalam pemeriksaan polisi aksi penganiayaan ini dilakukan pelaku karena emosi.

Korban Wasidi mengaku memang kebiasaannya memberikan pakan kepada ikan ke dalam kolam. Tapi tiba-tba cucunya datang memarahinya. Korban kemudian ditanya. Setelah mengaku korban dipukul dan ditengan ditendang beberapa kali hingga terkapar.

“Memang saya kasih pakan ikan, karena kolam (bak mandi, Red) itu sebelumnya ada ikannya. Tapi cucu saya marah-marah karena ada sisa pakan ikan yang masuk ke mulutnya,” ujar Wasidi.

Sementara itu pelaku penganiayaan, Yusminardi mengaku khilaf terbawa emosi marah karena saat mandi dan hendak gosok gigi ada pakan ikan yang masuk kedalam mulutnya. Selain itu bau amis membuat pelaku jengkel pelaku kemudian mendatangi kakeknya dan langsung menendang dan memukulnya.

“Memang sebelumnya ada ikannya. Tapi ikan-ikan itu sudah saya pindah ke kolam lainnya. Tapi oleh mbah saya dimasukan lagi ke kolam dan diberi pakan ikan. Waktu saya mandi kok airnya amis dan ada sisa palet ikan yang masuk ke mulut. Disitulah saya emosi dan kemarahan saya meluap. Saya sampai tidak sadar dan khilaf menendang kakek saya sendiri,” akunya.

Kapolsek Limbangan, IPTU Agus Riyanto mengatakan kejadian penganiayaan dilakukan pelaku hari Minggu lalu. Dari keterangan korban dan pelaku, ada kesamaan yakni penyebabanya korban bahwa emosi pelaku meluap karena kolam yang digunakan untuk mandi diberi pakan ikan oleh kakeknya.

Agus menambahkan, pelaku tidak mengetahui jika aksi penganiayaan kepada kakeknya direkam oleh sepupunya yang masih duduk dibangku di sekolah dasar. Video tersebut dikirimkan ke orang tuanya yang sedang bekerja di Jakarta. Tapi justru dari video itu tersebar dan menjadi viral. (bud/bas)