Beranda Semarang Raya Kendal Batik Karya ABK Curi Perhatian

Batik Karya ABK Curi Perhatian

0
Batik Karya ABK Curi Perhatian
HASIL KARYA: Anak-anak penyandang disabilitas membatik bersama di Pendopo Curug Weu, kemarin.(BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Keterabatasan fisik dan psikis bukanlah sebuah penghalang untuk menorehkan karya. Itulah yang dibuktikan oleh Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Kendal pada peringatan Hari Batik Nasional yang dilaksanakan di obyek wisata Curug Sewu.

Puluhan anak penyandang disabilitas memperingati Hari Batik Nasional dengan membatik bersama. Meksipun mereka disabilitas, namun karya mereka ternyata luar biasa. Bahkan tak kalah dengan karya anak-anak dalam kondisi normal pada umumnya.

Anak-anak dari SLB Mutiara Bangsa Kecamatan Patean menggelar pentas seni dan Gelar Karya Batik Ekspresi Alam Mutiara Bangsa, lomba menggambar dan mewarnai. Lomba digelar di pendapa objek wisata Curugsewu, Patean.

“Pentas seni, lomba dan gelar karya yang digelar tersebut merupakan bagian untuk memperingati Hari Batik Nasional. Yakni ekspresi dan apresiasi dari ABK untuk Batik yang merupakan khas dari jawa,” kata Kepala SLB Mutiara Bangsa Patean, Nina Dewi Nur Chipayana, kemarin (2/10).

Kegiatan membatik merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan SLB Mutiara Bangsa. Meski baru dua kali, tapi hasil karyanya tidak kalah dengan anak normal. Mereka memiliki kemampuan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. “Hasil batik buatan anak-anak kami sangat bagus dan layak untuk dipasarkan,” kata dia.

Malah, menurutnya batik buatan anak penyandang disabilitas ini memiliki ciri corak dan ciri khas yang begitu kuat. Hal menjadi daya tarik bagi masyarakat atuapun konsumen. Hal itu terbukti dari hasil karya batik ABK yang dipamerkan langsung usai kegiatan. “Tema yang kami angkat yaitu berbeda itu indah,” tuturnya.

Selain batik, juga menampilkan pertujunkan tari, puisi, dan musik yang ditampilkan ABK. Ia berharap, dari kegiatan tersebut ada pengakuan dari masyarakat, bahwa ABK bisa berkarya. “Mereka bukan tidak mampu, mereka bisa dan hanya perlu diberikan kesempatan,” tuturnya.

Dari peringatan batik ini, ia juga berharap tumbuh rasa peduli oleh warga kepada ABK. Bahwa ABK tidak perlu dikucilkan, tetapi perlu didampingi dan diberi kesempatan. “Sehingga kedepan mereka bisa mandiri,” tambah dia.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, Wahyu Yusuf Ahmadi, mengapresiasi karya ABK Mutiara Bangsa. Baik dari pentas seni dan gelar karya tersebut. “Hasil batik ABK tidak kalah dengan lainnya.” tuturnya. (bud/bas)