Tembus Dua Ton per Hari

146

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Dua kelompok pembudidaya lele di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, dilatih membuat pakan lele dari bahan olahan. Hal itu karena harga makanan lele yang cukup tinggi, yakni Rp 10-15 ribu perkilogram.

Harga tersebut dinilai pembudidaya lele sangat mahal. Dua kelompok yang mengikuti pelatihan yakni Sido Makmur dan Sido Rukun.  Pelatihan dilaksanakan oleh Tim Departemen Akuakultur Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip Semarang. Mereka terdiri atas Dr Ir Diana Rachmawati Msi, Prof Dr Ir Johannes Hutabarat Msc, dan Dr Ir Istiyanto Samidjan MS.

Ketua pelaksana, Diana Rachmawati, mengatakan, pakan tersebut terbuat dari bahan baku lokal yang ada di sekitar lingkungan. Bahan baku lokal yang bisa dimanfaatkan antara lain tepung ikan, tepung kedelai, tepung jagung, dedak, minyak ikan, minyak jagung, vitamin, dan Carboksil Metil Cellulosa (CMC) sebagai perekat.

“Makanan buatan itu kaya protein karena mengandung 34 persen protein dan sesuai dengan pertumbuhan kebutuhan ikan lele. Kami sudah menerapkan makanan buatan ini di kelompok pembudidaya di Kabupaten Demak,” katanya.

Ketua Kelompok Pembudidaya Lele Sidomakmur, Imam Sudibyo, mengatakan, harga pakan lele saat ini mencapai Rp 10 ribu/kg. Harga itu merupakan yang paling murah. Namun, pembudidaya lele merasa keberatan dengan harga tersebut.

Sebab biaya yang dikeluarkan cukup mahal. “Satu hari paling tidak kami harus mengeluarkan 60 kilogram pelet untuk 20 ribu ekor lele. Jika satu hari saja bisa mencapai 60 kilogram, biaya yang kami keluarkan tentu sangat besar. Sehari paling tidak Rp 600 ribu untuk pakan lele,” tuturnya.