Beranda Semarang Raya Kendal Warga Weleri Ditangkap Densus 88

Warga Weleri Ditangkap Densus 88

0
Warga Weleri Ditangkap Densus 88

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap terduga teroris, Eko Purwanto.  Ia ditangkap usai membeli makanan untuk santap sahur di depan gerbang Desa Nawangsari, Weleri, Senin (4/6) sekitar pukul 04.14. Petugas juga menggeledah rumah kontrakan dan  rumah bekas milik terduga teroris tersebut.

“Penangkapan pagi tadi (kemarin),” kata Kapolsek Weleri, AKP Abdullah Umar kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Umar mengatakan, saat ini terduga terorisme tersebut sudah diamankan oleh aparat kepolisian, namun bukan di Mapolres Kendal. “Setelah ditangkap, langsung dibawa ke Mabes Polri,” terangnya

Ketua RT setempat, Sumbowo, membenarkan Eko Purwanto adalah warganya. Namun ia telah pindah rumah, tapi masih satu desa di Nawangsari. “Pindah rumah, cuma beda kampung dan RT,” tuturnya.

Ia mengaku tidak mengetahui secara persis kejadian penangkapan itu.  Namun, menurutnya, penangkapan Eko adalah yang kali kedua. Sebelumnya, ia pernah dibawa oleh petugas Densus 88, kemudian dibebaskan karena dinyatakan tidak terlibat jaringan terorisme.

Wahyu Riyanti, 44, istri Eko Purwanto, mengaku kaget mendapati suaminya ditangkap Densus 88 terkait kasus terorisme.

Ia menceritkaan, kala itu setelah makan sahur, sang suami pamit mengantar makanan untuk anaknya. Namun saat ditunggu hingga matahari terbit, sang suami tak kunjung pulang.

“Saya juga hendak ke pasar membeli bahan makanan untuk dijual, Saya tunggu kok tak kunjung pulang, Niat saya minta dia menemani belanja,” akunya.

Sehabis dirinya pulang dari pasar, anggota Densus 88 mendatangi rumahnya dan memberi tahu kalau suaminya telah diamankan oleh pihak Densus 88. “Yang datang pakai preman dan banyak. Kemudian menggeledah seluruh rumah. Ditanyai mana barang milik suami saya, kemudian mereka membawa handphone suami saya,” jelasnya.

Riyanti menambahkan, dirinya dan Eko baru menikah 6 bulan lalu dan langsung mengontrak rumah di Perumahan Nawangsari Indah. Sebelumnya, ia dan Eko pernah menjalin hubungan suami istri, namun karena sesuatu, ia dan suaminya berpisah.

“Saya istri pertama, karena ada sebuah masalah kemudian kami berpisah 20 tahun yang lalu . Kemudian dirinya (Eko) menikah dengan istri kedua, namun istri keduanya telah meninggal dua tahun yang lalu. Baru November tahun lalu, saya pulang dari luar negeri, dan pada bulan Januari kemarin, kami rujuk,” paparnya.

Ia menceritakan, selama menikah dengan Eko, suaminya itu tidak menunjukkan gerak-gerik yang mencurigakan.  Ia justru aktif mengikuti kegiatan warga setempat. “Kalau ada kegiatan warga, dia ikut hadir. Seperti arisan warga, dirinya pasti mengikuti. Aktif jaga malam juga. Padahal dirinya yang paling tua saat jaga malam,” ungkapnya.

Riyanti mengaku tidak mengetahui masa lalu sang suaminya sebelum menikah kali kedua dengan dirinya. Ia berharap, suaminya tidak kenapa-kenapa saat diperiksa. Ia berdoa agar musibah ini bisa terselesaikan. (bud/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.