Puluhan Hektare Sawah Terendam Rob

1873
TIDAK PRODUKTIF: Puluhan hektare sawah di Kelurahan Karangsari tergenang air rob selama dua tahun terakhir. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TIDAK PRODUKTIF: Puluhan hektare sawah di Kelurahan Karangsari tergenang air rob selama dua tahun terakhir. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL — Puluhan hektare sawah di Kelurahan Karangsari terendam air rob selama dua tahun terakhir ini. Akibatnya, para petani tidak bisa menggarap, karena tanaman apapun tidak bisa tumbuh subur karena air rob banyak mengandung garam.

Air rob yang bercampur air hujan tersebut tidak dialirkan ke sungai. Karena sungai terdekat yakni Sungai Sambal posisinya juga sudah overload oleh air rob. Sehingga tidak mampu mengalirkan air hingga ke hilir atau tepian pantai.

Sutopo, 42, salah seorang petani Karangsari, mengatakan bahwa sawahnya seluas 1,5 hektare tidak bisa digarap karena saluran pembuangan air tidak bisa jalan. Kali Sambal yang mengalir melewati perbatasan antara Desa Karangsari dan Banyutowo tersebut, airnya tidak dapat mengalir hingga ke laut.

Ini terjadi karena rob dari air laut dan endapan sedimentasi sungai yang tinggi. Sehingga air, baik di sungai maupun di sawah hanya berhenti menggenang saja. “Jadi, meski sungai dikeruk percuma, karena rob yang tinggi,” tandasnya.

Karena terendam air rob, ia maupun petani lainnya tidak bisa menggarap sawah. Hasilnya puluhan hektare sawah di Karangsari menganggur tanpa menghasilkan apa-apa selama dua tahun terakhir.

Menurut Sutopo, aliran air di Kali Sambal sudah sejak lima tahun terakhir ini tidak bisa mengalir. Para petani Karangsari sangat berharap, air rob ini bisa segera ditangani. Sehingga petani bisa kembali bercocok tanam tanpa hambatan. “Sungai bisa kembali dinormalisasi sehingga air rob bisa langsung mengalir tanpa mengganggu tanaman,” paparnya.

Terpisah, Lurah Karangsari, Suwito mengungkapkan bahwa dari luas sawah di Karangsari mencapai 228 hektare. Seluas 42 hektare di antaranya merupakan sawah bengkok. Dari luasan yang ada, 10 hektarenya terendam air rob sehingga mengalami gagal lelang. “Tidak ada petani atau penggarap yang bersedia menggarap sawah yang terendam air rob,” katanya.

Menanggapi permasalahan warganya tersebut, Suwito menyatakan bahwa pintu air yang ada di Kali Sambal rusak sehingga tidak bisa dibuka. “Ini sebenarnya yang menyebabkan permasalahan air di sungai yang sudah bercampur rob tidak bisa mengalir,” tuturnya.

Suwito mengaku telah meminta solusi kepada Pemkab Kendal melalui Kecamatan Kota Kendal. Untuk perbaikan pintu air, direncanakan dibahas pada Musrenbangkel 2017 ini. “Suratnya sudah kami ajukan ke kecamatan untuk diteruskan ke Dinas PSDA. Mudah-mudahan bisa segera ada penyelesaian. Kami tidak ingin hal ini mengakibatkan hubungan antarawarga tiga kelurahan menjadi tidak baik,” tambahnya. (bud/ida)