Widya Kandi Ajak Siswa Budayakan Gotong Royong

286
CINTA TANAH AIR: Widya Kandi Susanti saat memberi motivasi kepada para siswa di Kendal kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CINTA TANAH AIR: Widya Kandi Susanti saat memberi motivasi kepada para siswa di Kendal kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Bupati Kendal Widya Kandi Susanti memberi semangat kepada pelajar di Kendal agar senantiasa belajar dan mengembangkan diri. Selain itu, agar membekali diri dengan wawasan kebangsaan agar tumbuh rasa cinta tanah air, dan semangat untuk membangun serta memajukan bangsanya.

Menurut Widya, salah satu cara menumbuhkan wawasan kebangsaan adalah dengan melatih siswa dengan kegiatan bergotong royong. Hal itu, lanjut dia, akan menumbuhkan rasa senasib dan seperjuangan di antara semasa. Sehingga tumbuh rasa memiliki, dan rasa ingin membantu kepada sesama.

”Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, maka manusia tidak akan bisa hidup seorang diri tanpa bantuan orang lain. Gotong royong telah menjadi salah satu ciri khas yang menjadi identitas bangsa. Makanya sejak dini siswa diajari gotong royong,” katanya kemarin.

Widya melihat, seiring dengan perkembangan zaman, kesadaran untuk bergotong royong mulai memudar di masyarakat. Generasi muda lebih senang dengan teknologi seperti handphone dan game lainnya. ”Padahal permainan tradisional yang memupuk rasa gotong royong itu banyak, tapi sekolah jarang mengajarkannya,” tandasnya.

Menurut Widya, gotong royong merupakan dasar lahirnya dari Pancasila yang digali oleh Bung Karno. Dengan melihat karakter, budaya yang selama ini sudah mengakar di masyarakat kita. ”Namun dalam perkembangannya, budaya gotong royong sudah semakin luntur, kebersamaan saling menghormati antaragama satu dengan agama lainnya juga semakin memudar,” katanya.

Karena itu, lanjut dia, perlu menumbuhkembangkan wawasan kebangsaan di kalangan para siswa di semua sekolah di Kabupaten Kendal, serta upaya membangkitkan motivasi siswa agar memahami makna bergotong royong.

”Gotong royong bisa dilakukan di mana pun, baik di lingkungan sekolah dan dalam bermasyarakat. Makanya perlu dilakukan pembinaan kepada para pelajar yang notabene sebagai generasi emas penerus bangsa,” ujarnya.

Pemberian pemahaman tentang pentingnya sifat gotong royong tidak cukup dilakukan oleh para guru saja, tapi para orang tua siswa juga harus berperan aktif dalam mendidik anak-anaknya agar kelak menjadi anak yang berbakti baik pada orang tua, masyarakat, serta bermanfaat untuk kemajuan bangsa. (bud/aro/ce1)