Nyatakan Stop BABS 100 Persen

215
DEKLARASI: Camat Karangawen Sugeng Pujiono bersama Bupati HM Natsir, Wabup Joko, Sekda dr Singgih Setyono dan Kepala Dinkes Guvrin Heru Putranto mendeklarasikan stop BABS kemarin.(WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DEKLARASI: Camat Karangawen Sugeng Pujiono bersama Bupati HM Natsir, Wabup Joko, Sekda dr Singgih Setyono dan Kepala Dinkes Guvrin Heru Putranto mendeklarasikan stop BABS kemarin.(WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, DEMAK – Kecamatan Karangawen menyatakan siap stop kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS)  bagi masyarakat hingga 100 persen. Hal ini disampaikan Camat Karangawen Sugeng Pujiono disela menggelar deklarasi Open Defecation Free (ODF) yang berlangsung digudang tembakau Gudang Garam Desa Brambang, Kecamatan Karangawen kemarin.

“Kita targetkan bisa tuntas ODF seratus persen. Karena itu, kita berharap pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) yang dilakukan Dinas Perumahan dan Permukiman (Dinperkim) juga bisa dilaksanakan satu paket dengan program jambanisasi,” katanya.

Menurutnya, jambanisasi dinilai mampu meningkatkan akses sanitasi bagi masyarakat. Ini sebagaimana yang diharapkan pemerintah dalam menekan berbagai potensi munculnya beragam penyakit akibat sanitasi yang tidak memadai.

Camat Sugeng Pujiono menambahkan, langkah tuntas ODF dilakukan dengan upaya membangun komitmen bersama, termasuk dengan para kepala desa (kades). “Para kades bisa mewujudkan desa tuntas ODF 100 persen. Salah satu caranya, dianggarkan dalam APBDes dibantu program CSR perusahaan, bansos RTLH berbasis sanitasi dan lainnya,” kata Sugeng.

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Demak, Guvrin Heru Putranto mengungkapkan, adanya sanitasi dan jamban menjadi indikator penanganan ODF. Hal itu penting dalam mencegah berbagai macam penyakit. “Jamban keluarga mutlak dibutuhkan dan harus ada,” katanya.

Sekda Pemkab Demak dr Singgih Setyono MMR dalam kesempatan itu menyampaikan, perlunya penanganan ODF tersebut hingga ke tingkat desa. Karena itu, keterlibatan kepala desa (kades) diperlukan. Sebab, mereka adalah ujung tombak suksesnya stop BABS di masyarakat. “Jadi, peran kades sangat menentukan,” katanya.

Bupati Demak HM Natsir mengapresiasi Kecamatan Karangawen dan Mranggen yang telah mendeklarasikan ODF. “Deklarasi ini langkah awal untuk meraih target bebas BABS di Kabupaten Demak pada 2020,”katanya. Bupati mengatakan bahwa kesehatan masyarakat sangat berkaitan erat dengan perilaku dan lingkungan. Perilaku sangat berperan penting dalam menentukan derajat kesehatan. Untuk itu ia mengajak untuk mewujudkan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas).

 

Selain jamban, agar tetap sehat adalah membiasakan cuci tangan pakai sabun setelah dari WC, setelah membersihkan anak dari BAB, sebelum menghidangkan makanan, setelah makan dan memegang hewan atau benda lainnya. “Melalui stop BABS dan kebiasaan cuci tangan pakai sabun akan dapat memutuskan mata rantai penularan penyakit dengan menerapkan pilar sanitasi total berbasis masyarakat dapat mewujudkan Kabupaten Demak menjadi Kabupaten yang sehat,” ujarnya. (hib/sct/bas)