Karaoke Ditutup Paksa, Gus Baidlowi: Ansor-Banser Tak Perlu Lakukan Razia

367
DISEGEL: Petugas Satpol PP dan kepolisian menutup tempat karaoke dengan police line kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DISEGEL: Petugas Satpol PP dan kepolisian menutup tempat karaoke dengan police line kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, DEMAK – Tim terpadu yang terdiri dari Satpol PP, kepolisian dan TNI bersama sama kembali melakukan penutupan terhadap semua tempat karaoke di wilayah Kota Wali. Ini dilakukan sesuai harapan masyarakat Demak. Hal ini disampaikan Kapolres Demak AKBP Arief Bahtiar di sela memimpin penutupan tempat karaoke kemarin.

Menurutnya, penutupan karaoke dengan cara disegel dengan police line tersebut merupakan upaya kali kedua setelah sebelumnya juga dilakukan penyegelan oleh pihak Satpol PP selaku penegak Perda Nomor 11 Tahun 2018 tentang penyelenggaraan usaha hiburan. “Hari ini (kemarin, red) kita pimpin langsung penertiban karaoke bersama Satpol PP dan TNI. Ini sesuai dengan peraturan pemerintah daerah yaitu, Perda hiburan yang ada. Kita lakukan penutupan karaoke yang masih operasional. Kita tidak ingin ada pelanggaran hukum,” ujar Kapolres.

Menurutnya, tempat karaoke telah disegel dengan police line. Selain itu, pihak kepolisian juga telah melakukan upaya hukum lainnya. “Kita berharap masyarakat tidak terprovokasi. Sebab, langkah langkah telah kita lakukan baik langkah preemptive maupun preventif sehingga tidak ada lagi aktivitas karaoke,” ujarnya.

Kapolres menegaskan, pihaknya telah berupaya menindaklanjuti perda yang ada. “Kita juga sudah sampaikan ke pak bupati untuk mengambil langkah dalam penegakan perda hiburan tersebut,” katanya.

Terkait tindakan penutupan terhadap keberadaan karaoke yang masih beroperasi tersebut, penasehat Ansor-Banser, Gus Baidlowi menegaskan, pihaknya mendukung sepenuhnya aparat dalam menjalankan tugasnya sesuai kewenangan yang ada.

Gus Baidlowi berpesan, Ansor Banser tidak perlu melakukan razia. Karena itu, razia terkait dengan penutupan karaoke tersebut diserahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian dan Satpol PP selaku penegak perda hiburan. “Jangan berbuat anarkis,”ingat Gus Baidlowi dihadapan personel Banser.

Kasatkorcab Banser Demak, Teguh Ali Irfan menegaskan, anggota Banser harus satu komando dalam mengawal penutupan karaoke di Kota Wali. “Semua harus taat aturan dan satu komando,” kata Teguh. S

enada disampaikan Sekretaris PC GP Ansor Demak, M Mas’ud. Dia mengatakan, Ansor berharap penutupan tempat karaoke dilakukan. Meski demikian, harus sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. “Kita bersinergi dengan Forkopimda. Bagaimanapun karaoke harus ditutup,” katanya. (hib/bas)