Begini Alasan Tim Terpadu Tutup Semua Tempat Karaoke

142

RADARSEMARANG.ID, DEMAK – Tim terpadu yang terdiri dari Satpol PP, kepolisian dan TNI kembali melakukan penutupan semua tempat karaoke di Kota Wali. Tindakan tersebut sesuai harapan masyarakat Demak.

Hal ini disampaikan Kapolres Demak AKBP Arief Bahtiar di sela memimpin penutupan tempat karaoke kemarin. Penutupan dilakukan dengan menyegel tempat usaha dengan police line.

Menurut kapolres, penutupan ini merupakan upaya kali kedua setelah sebelumnya juga dilakukan penyegelan oleh pihak Satpol PP selaku penegak Perda Nomor 11 Tahun 2018 tentang penyelenggaraan usaha hiburan.

“Ini sesuai dengan peraturan pemerintah daerah yaitu, Perda hiburan yang ada. Kita lakukan penutupan karaoke yang masih operasional. Kita tidak ingin ada pelanggaran hukum,” ujar kapolres.

Pihaknya berharap masyarakat tidak terprovokasi. Sebab, langkah langkah telah dilakukan baik langkah preemptive maupun preventif. Sehingga tidak ada lagi aktivitas karaoke. “Kita juga sudah sampaikan ke pak bupati untuk mengambil langkah dalam penegakan perda hiburan tersebut,” tegasnya.

Terkait tindakan penutupan terhadap keberadaan karaoke yang masih beroperasi tersebut, penasehat Ansor-Banser, Gus Baidlowi menegaskan, pihaknya mendukung sepenuhnya aparat dalam menjalankan tugasnya sesuai kewenangan yang ada.

Gus Baidlowi berpesan, Ansor Banser tidak perlu melakukan razia. Karena itu, razia terkait dengan penutupan karaoke tersebut diserahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian dan Satpol PP selaku penegak perda hiburan. “Jangan berbuat anarkis,”ingat Gus Baidlowi di hadapan personel Banser.

Kasatkorcab Banser Demak, Teguh Ali Irfan menegaskan, anggota Banser harus satu komando dalam mengawal penutupan karaoke di Kota Wali. “Semua harus taat aturan dan satu komando,”kata Teguh.

Senada disampaikan Sekretaris PC GP Ansor Demak, M Mas’ud. Dia berharap penutupan tempat karaoke dilakukan. Meski demikian, harus sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. “Kita bersinergi dengan Forkopimda. Bagaimanapun karaoke harus ditutup,” katanya. (hib/zal)